Video: Kehangatan Keroncong, Komunitas Batik dan Wedang Jahe

205

WONOSARI, Selasa Pahing | Komunitas yang  berbeda jenis dan bentuk bertemu di Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Keroncong se Gunungkidul, Batik Manding dan Angkringan Wedang Jahe, sawaĺan  lesehan di pendopo Ajisaka Art & Culture  (Kampung Batik Manding Cyber Kreasi, Senin malam (10/06).

Teplok Sengkat, T-cho Chary (baca: Teko Keri), Lintang Kanista, Mugi Laras,  Keroncong Nggunung dan Kidung Etnosia tampil secara bergantian dalam nuansa Idul Fitri 1440 H,  2019.

Usai Otopsi Mayat Tanpa Identitas Dimakamkan

“Pentas model begini adalah pertama kali digelar di Gunungkidul. Santai bersama melepas penat, gelar tikar dengan jamuan  kuliner secara prasmanan Wedang Jahe  dan Nasi Meong,” ujar pemandu acara.

Komunitas keroncong malam itu memang sengaja diformat parade,  dengan tujuan untuk menunjukkan, bahwa musik keroncong hidup subur di Gunungkidul.

“Mari sesekali menikmati alunan  keroncong, sejenak  kita lupakan hiruk – pikuk dunia,” kata Eko, selaku tuan rumah, sekaligus ketua penyelenggara kegiatan.

Video: Kehangatan Keroncong, Komunitas Batik dan Wedang Jahe




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.