Sementara itu, Agus Mantara, Kepala Bidang Pelestarian Budaya dari Dinas Kebudayaan Gunungkidul mencatat, bahwa kegiatan seperti diinisiasi Batik Manding, sejalan dengan program pemerintah daerah.
“Tahun 2019 kami, telah mendesain sekaligus mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk keperluan parede keroncong,” ucap Agus Mantara dalam sambutan singkatnya.
Di tempat yang sama, Bambang Setiawan, Kades Desa Kepek, Kecamatan Wonosari menyatakan, geliat komunitas kroncong patut direspon dan dihargai.
“Silakan pentas, kalau perlu sebulan sekali memanfaatkan gedung serbaguna,” kata dia mensuport semangat pemusik keroncong.
Parade keroncong malam itu terbilang cukup berhasil. Satu kekurangannya, penonton belum diberi kesempatan reques lagu kesayang mereka.
Video: Kehangatan Keroncong, Komunitas Batik dan Wedang Jahe
Bambang Wahyu Widayadi













