WONOSARI-RABU PAHING | Kejadian orang gantung diri menggemparkan warga Padukuhan Glodokan Rt 002 Rw 003, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu, (15/02/2023) pukul 04.30 WIB. Martini (54) warga setempat nekat akhiri hidup diduga depresi sakit farises dan hipertensi. Sebelumnya pelaku pernah berpesan pada suami, agar dikuburkan dekat dengan almarhum ibunya.
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo menjelaskan, pertama kali pelaku diketahui oleh suaminya. Saat itu, suami pelaku akan merebus air dan ketika mencari keberadaan pelaku ke seluruh ruangan tidak ada.
Suami pelaku lantas mengecek ruangan atau kamar terakhir dan mendapati istrinya telah gantung diri di blandar kamar dengan posisi menghadap ke Barat Daya menggunakan tambang warna biru.
Sebelumnya diperkirakan pelaku menggunakan kursi yang dinaikan di atas tempat tidur untuk melakukan gantung diri. Mengetahui peristiwa tersebut suami pelaku teriak minta pertolongan dan kejadian tersebut dilaporkan ke Perangkat Desa setempat dan Bhabinkamtibmas.
“Pelaku meninggal akibat gantung diri. Pada jasad pelaku tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Diperkirakan sudah pelaku meninggal lebih 2 jam sejak ditemukan,” ungkap Kapolsek.
Lebih lanjut Edi Purnomo menambahkan, menurut keterangan yang ada pelaku rencana akan memeriksakan kakinya yang sakit (farises) dan darah tinggi yang diderita sudah menahun, tapi belum jadi periksa.
Selain itu, pelaku juga pernah menyampaikan kepada suaminya bahwasanya jika suatu saat meninggal agar dikuburkan dekat dengan almarhum ibunya.
“Dalam keseharian pelaku juga melakukan aktifitas seperti biasa sehingga pihak keluarga tidak mempunyai kecurigaan bahwa pelaku akan melakukan gantung diri,” tutup Kapolsek.
(Agus SW)













