Politisi Golkar Kritisi Indek Kerawanan Pemilu di Gunungkidul

1266

INFOGUNUNGKIDUL, JUMAT WAGE

NGLIPAR-Slamet S.Pd. MM menyoroti pernyataan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY terkait Indek Kerawanan Pemilu (IKP) tahun 2019. Dia melihat IKP dari reverensi Pilkada serentak tahun 2015.

“IKP Gunungkidul masuk peringkat dua sekala daerah, itu pernyataan yang terlalu didramatisir,” kata Slamet, di rumah aspirasi (8/2).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono menyatakan, kerawanan pemilu Kabupaten Gunungkidul berada di peringkat kedua se-DIY dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 58.59, sementara IKP secara nasional 49.00.

Bawaslu DIY mengukur tingkat kerawanan pemilu berdasarkan data pemilihan presiden serta pemilu legislatif tahun 2014.

Slamet berbeda pandangan dengan Bawaslu. Dia justru mengklaim, bawa Gunungkidul relatif aman dan tenang.

“Perhatikan Pilkada serentak tahun 2015, tingkat gangguan nyaris tidak ada,” tegas Slamet.

Usai pelaksanaan pilkada, menurut catatan Slamet, para kandidat, seperti Djangkung-Endah serta Benyamin-Mustangit justru berebut datang ke pos pemenangan Badingah-Immawan untuk mengucapkan selamat atas keunggulan Baim.

Sebaiknya, demikian Slamet berpesan, penyelenggara pemilu baik Bawaslu maupun KPUD tidak membuat pernyataan, bahwa Pemilu 2019 genting dan menakutkan.

“Banyak materi aktual yang perlu diekspose, supaya warga Gunungkidul bersemangat dalam mengikuti pesta Rabu 17 April 2019,” tegasnya. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.