JAKARTA, JUMAT PON – Fenomena blood moon atau Gerhana Bulan Total akan terjadi akhir bulan Juli 2018. Menarik, blood moon yang akan terjadi 27 Juli 2018 itu merupakan blood moon terlama abad 21.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengatakan, masyarakat yang tinggal di wilayah Indonesia bisa menyaksikan fenomena langka tersebut.
Untuk wilayah Indonesia, Thomas menuturkan, blood moon dapat dilihat pada 28 Juli 2018 dini hari. Gerhana Bulan Total “merah darah” akan mulai terlihat di wilayah Indonesia mulai pukul 01.24 sampai 05:19 WIB. Puncaknya akan terjadi pada pukul 02.30 sampai 04.13 WIB.
Selain blood moon terlama pada abad 21, Gerhana Bulan Total yang terjadi pada akhir Juli ini juga disebut sebagai micro blood moon.
“Karena purnama pada saat jarak terjauh dari Bumi disebut juga mini atau micro moon. Ukurannya lebih kecil dari rata-rata. Jadi Gerhana Bulan Total akhir Juli 2018 disebut micro blood moon,” ujar Thomas, seperti dikutib VIVA, Sabtu 30 Juni 2018 silam.
Berbeda dengan gerhana matahari, untuk menyaksikan gerhana bulan masyarakat tidak perlu pelindung mata. Blood moon bisa disaksikan dengan mata telanjang maupun teleskop.
Gerhana Bulan Total pada zaman dahulu dimanfaatkan untuk penelitian kondisi atmosfer, terutama usai letusan gunung yang debunya menyebar secara global. Namun saat ini penelitian tersebut sudah tidak lagi dilakukan, sebab sudah tersedia alat pengukur kondisi aerosol atmosfer, termasuk bisa meniliknya melalui satelit.
Blood moon, demikian dikutib VIVA Indonesia, nanti bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, tanpa terkecuali. Penampilan bulan akan berubah menjadi kemerahan atau cokelat kemerahan. (Red)













