Bambu unik seperti itu awet bertahan puluhan tahun, tetapi tidak sampai ratusan, seperti fosil yang telah membatu.
Di samping bambu pethuk jalu, Abdurrahman juga menyimpan jenis pethuk ros.
Bentuknya berbeda. Tidak ada carang, tetapi tumpi rosnya aneh. Ros bawah menghadap ke atas, sementara ros atas tumpinya menghadap ke bawah.
Baca juga:
Dini Hari Lima Kios Buah Ludes Terbakar
Bambu pethuk jalu dan pethuk ros, demikian dia bercerita, sama-sama menyimpan energi alam. Itu hanya diketahui oleh orang yang memahami filosofi ‘deling’ (kandel lan eling) artinya tebal iman.
Kata ‘ros’ merupakan simbol ‘raos’ atau rasa. Abdurrahman menjelaskan, bambu pethuk itu menggambarkan rasane manusia kepethuk (ketemu) Allah SWT.
Baca juga:
Jatuh Dari Pohon, Paryono Luka Parah Kulit Kepala Mengelupas
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…
YOGYAKARTA - RABU PON, Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju,…