WONOSARI, Kamis Kliwon | Mencari nafkah untuk menghidupi anak istri dengan cara mengamen merupakan pilihan sulit dan berat. Secara sosial, hidup dengan cara itu, tak ubahnya sebagai meminta belas kasih pihak lain.
“Tidak. Saya tidak mengemis belas kasih. Ngamen saya lakukan dengan sadar, karena saya harus menghidupi dua istri, empat anak yang masih bersekolah,” ujar Kamijan (24/04).
Baca juga:
Dukung Ekonomi Masyarakat, MPM Finance Kerjasama Dengan BUMDES Tileng
Pria berperawakan gemuk pendek kelahiran 1976, warga Rt. 4, Rw. 1, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, DIY ini, setiap hari mangkal di warung bakso Pak Wariun, di kompleks Taman Parkir jantung kota Wonosari.
“Ada yang memberi sekedarnya, alhamdulillah, ada pula yang cuma lewat, tidak masalah” kata Kamijan tegar.
Dia mengaku nekad hidup mengamen sejak lima tahun silam. Bapak empat anak ini lincah bermain gitar yang secara elektris dicolok ke speaker aktif rakitan tangan sendiri.
Baca juga:
Geger Semprot Urine Kambing, Segala Tanaman Ijo Royo-Royo
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…