WONOSARI, Selasa Kliwon–Sejak tahun 2015 hingga 2017 ini, Kabupaten Gunungkidul telah menerima dana hibah dari Uni Eropa, Asian Development Bank (ADB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Keuangan RI sebesar Rp 2,8 milyar. Hal ini disampaikan Dr Nurma Dewi Saleh, M.Ed, dari Kemendikbud RI.
Hal ini diungkapkan Nurma dalam acara sosialisasi Standart Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar (Dikdas) dan penyerahan anugerah Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) peduli pendidikan Kabupaten Gunungkidul tahun 2017 di Bangsal Sewokoprojo, Selasa,(12/09). ASTRA, Bank BPD DIY, BDG, BCA, BRI Cabang Gunungkidul, Bank Mandiri Syariah Cabang Wonosari, PT Telkom serta BNI 46 yang mendapatkan Anugerah DUDI.
“Hibah itu diberikan untuk meningkatkan kapasitas bagi pemenuhan Standart Pelayanan Minimal pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut Kasubag Kerjasama di Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI ini menyatakan bahwa standart pelayanan minimal menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Dalam ketentuan SPM, pendidikan adalah bidang yang harus dipenuhi. Selain itu bidang lain yang tidak kalah penting diantaranya bidang kesehatan.
“Hal tersebut harus diupayakan agar terpenuhi,” tandasnya.
Untuk itu, dengan adanya partisipasi dari DUDI, diharapkan pemenuhan standart pelayanan minimal dibidang pendidikan maupun kesehatan bisa terlaksana.
“SPM adalah layanan yang harus didapat setiap warga negara, untuk itu bagaimana upaya pemerintah untuk dapat memberikan layanan yang bermutu kepada masyarakat,” pungkas Nurma.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para DUDI di Gunungkidul yang selama ini telah berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. Untuk saat ini, kata Badingah, pemerintah daerah masih mengalami kendala yang belum bisa dituntaskan dalam upaya pemenuhan SPM.
“Beberapa kendala kita diantaranya keterbatasan dana dalam dalam melengkapi SDM, Sarpras yang mendukung, serta pelayanan pendidikan yang sesuai dengan SPM,” jelas Badingah.
Menurut Badingah, karena keterbatasan inilah yang menyebabkan Gunungkidul sampai saat ini belum bisa memenuhi SPM dalam bidang pendidikan.
“Meski begitu kita selalu berupaya agar SPM bidang pendidikan mendapatkan prioritas dalam APBD sehingga prinsip layanan pendidikan yang berkualitas, merata di semua wilayah bisa terwujud di Gunungkidul,” ujarnya.
Sebagai wujud apresiasi untuk para pelaku DUDI di Gunungkidul yang selama ini telah berpartisipasi aktif dalam mewujudkan SPM, maka Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini telah memberikan anugerah kepada mereka.
“Terimakasih atas kesadaran kalangan DUDI yang selama ini turut membantu menciptakan SDM yang berkulitas dan berkompetensi,” ucap Badingah.
Bupati berharap, semua kalangan DUDI yang ada di Gunungkidul bisa turut membantu pemerintah demi terwujudnya SPM disemua bidang.
Selain itu, Elisabeth Maria Indah Feriyanti, alumnus SMPN 1 Wonosari, sebagai peraih UN tertinggi se DIY dengan raihan 390 point, Alfian Ardianta alumnus SMPN 1 Patuk, peraih nilai UN 386 serta Hana Zulma Laila Ikhsani dari SMPN 1 Playen dengan nilai 385 mendapatkan uang pembinaan dari Bupati Gunungkidul sebagai siswa berprestasi. Red






