WONOSARI-RABU PAHING | Heriyanto, Kades Nglora, berasama 21 pengurus dan anggota Solidaritas Kades se Gunungkidul melakukan dengar pendapat dengan Pimpinan DPRD, Rabu 6 Mei 2020.
Bertempat di ruang paripurna, Heriyanto memberikan pengantar mengenai problem yang digadapi Penerintah Desa selama pandemi Covid-19. Sekurang-kurangnya, Heriyanto menyebut empat persoalan utama.
Masing-masing poin dikemukakan oleh empat juru bicara secara bergantian. Suhadi, Kades Pacarejo, menyoal masakah lama, terkait bantuan sosial yang selalu banyak tidak tepat sasaran.
Widada, Kades Gari, membahas ADD yang dipangkas, berdampak buruk pada roda Pemerintahan Desa.
“Kalau bisa ADD dikembalikan ke pagu awal,” ujar dia disambut tepuk tangan peserta audiensi.
Saryana Kades Jeruk Wudel menyoroti semrawutnya regulasi, sementara Agung Nugroho, Kades Genjahan mengkritisi ketidakharmonisan antara DPRD dengan Gugus Tugas Covid-19.
Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua DPRD Gunungkidul, didampingi Wakil Ketua, Heri Nugroho menegaskan, pemangkasan ADD merupakan perintah Perpu.
Pemerintah Daerah, termasuk di dalamnya Pemerintah Desa, sebagai bagian dari Pemda, menurut Ketua DPRD, tabu melawan undang-undang.
Bupati yang tidak mekakukan pemangkasan APBD, terang Endah, maka Dana Alokasi Umum dipotong 35%. Masih pula ada hukuman laporan keuangan tidak akan diterima. (Bambang Wahyu Widayadi)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…