Angka Perceraian Kalangan Guru Dinilai Cukup Tinggi

135

WONOSARI, KAMIS LEGI-Sertifikasi guru membuat kesejahteraan pendidik meningkat. Lain sisi, naiknya kesejahteraan, banyak pengajuan perceraian di kalangan guru. Dugaan demikian diragukan, karena belum pernah ada penelitian.

Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos dalam sambutan pada acara Gedangsari Award beberapa waktu lalu, menyinggung masalah banyaknya pengajuan perceraian di kalangan guru.

“Apa karena adanya sertifikasi, sehingga banyak guru mengajukan cerai, atau karena sudah punya yang lain,” kelakarnya.

Humas Pengadilan Agama Wonosari, Endang Sri Hartatik, Selasa, (24/04) mengakui mulai adanya sertifikasi, saat itu juga mulai ada guru mengajukan gugat cerai atau talak cerai.

Namun pihaknya tidak bisa memastikan, apakah penyebabnya karena adanya sertifikasi atau memang ada seebab lain. Menurutnya, hal itu membutuhkan penelitian.

Pengajuan perceraian guru mulai tahun 2015, 2016, sampai awal tahun 2017. Akhir tahun 2017, dan awal tahun 2018 menurutnya belum terjadi pengajuan.

Data PNS yang mengajukan cerai talak (diajukan suami) dan cerai gugat (diajukan istri) tahun 2015 hingga tahun 2017 berdasarkan laporan perkara khusus PP No. 10 tahun 1983 jo PP No. 45 tahun 1990, ke Pengadilan Agama Wonosari terekam sebagai barikut.

Tahun 2015, cerai talak diputus 11 kasus, cerai gugat 31 kasus. Tahun 2016, cerai talak diputus 10 perkara, cerai gugat ada 16 kasus. Tahun 2017, cerai talak diputus 12 kasus dan cerai gugat diputus 12 kasus.

Kasus cerai talak maupun cerai gugat di atas, tidak dipilah secara rinci. Hanya disebutkan, bahwa di dalamnya termasuk guru.

Humas PA Wonosari, Endang Sri Hartatik: Semenjak adanya sertifikasi guru, mulai ada guru yang mengajukan cerai gugat atau cerai talak. (Joko)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.