“Saya mengikuti aturan saja ya,” tegasnya.
Terkait soal netralitas PNS di kalangan dinas dan PGRI, Bahron Rasyid meyakini PNS dan PGRI pasti patuh pada aturan.
Sementata itu pernyayaan dan fakta di lapangan ternyata tidak selalu seirama. Banyak sudah PNS di jajaran Disdikpora yang terpleset, tidak bisa menahan diri, ikut mempromosikan Bahron menjadi bakal calon wakil bupati.
“Ya mungkin karena sedang musim hujan saja, sehingga ada jalan yang licin,” ujar Baron berseloroh.
Menanggapi pertanyaan apakah memang sudah dipersiapkan jalan yang licin, Bahron menepis, “Gak juga. Natural saja. Jalan yang mesti dilalui, ya dilalui saja.”
Pada prinsipnya Bahron Rasyid kukuh pada pendirian, bahwa tidak akan melepas jabatan, sebelum KPU menetapkannya sebagai calon wakil bupati Gunungkidul 2020. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…