“Saya mengikuti aturan saja ya,” tegasnya.
Terkait soal netralitas PNS di kalangan dinas dan PGRI, Bahron Rasyid meyakini PNS dan PGRI pasti patuh pada aturan.
Sementata itu pernyayaan dan fakta di lapangan ternyata tidak selalu seirama. Banyak sudah PNS di jajaran Disdikpora yang terpleset, tidak bisa menahan diri, ikut mempromosikan Bahron menjadi bakal calon wakil bupati.
“Ya mungkin karena sedang musim hujan saja, sehingga ada jalan yang licin,” ujar Baron berseloroh.
Menanggapi pertanyaan apakah memang sudah dipersiapkan jalan yang licin, Bahron menepis, “Gak juga. Natural saja. Jalan yang mesti dilalui, ya dilalui saja.”
Pada prinsipnya Bahron Rasyid kukuh pada pendirian, bahwa tidak akan melepas jabatan, sebelum KPU menetapkannya sebagai calon wakil bupati Gunungkidul 2020. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…