“Saya mengikuti aturan saja ya,” tegasnya.
Terkait soal netralitas PNS di kalangan dinas dan PGRI, Bahron Rasyid meyakini PNS dan PGRI pasti patuh pada aturan.
Sementata itu pernyayaan dan fakta di lapangan ternyata tidak selalu seirama. Banyak sudah PNS di jajaran Disdikpora yang terpleset, tidak bisa menahan diri, ikut mempromosikan Bahron menjadi bakal calon wakil bupati.
“Ya mungkin karena sedang musim hujan saja, sehingga ada jalan yang licin,” ujar Baron berseloroh.
Menanggapi pertanyaan apakah memang sudah dipersiapkan jalan yang licin, Bahron menepis, “Gak juga. Natural saja. Jalan yang mesti dilalui, ya dilalui saja.”
Pada prinsipnya Bahron Rasyid kukuh pada pendirian, bahwa tidak akan melepas jabatan, sebelum KPU menetapkannya sebagai calon wakil bupati Gunungkidul 2020. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…