Bantuan Permakanan dan Obat-Obatan Untuk Warga Isoman Zonk

483

WONOSARI-SABTU WAGE | Seiring gempuran Covid-19 anggaran bantuan permakanan di 144 Desa di Gunungkidul terlewatkan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan rata-rata ditetapkan sebelum bulan Juli 2021. Begitu Covid-19 mengganas, pemerintah Desa kedodoran.

Badan Permusyawaratan Kalurahan (BP-KAL) Desa Pengkol sempat protes. Kini disusul warga Padukuhan Sempon, Desa Semanu Kapanewon Semanu mengeluh.

Warga yang menjalani isolasi mandiri semakin banyak. Kekhawatiran muncul di kalangan mereka, karena untuk menyambung hidup, warga tidak tahu harus sambat kepada siapa.

Doni salah satu warga yang saat ini menjalani isoman membeberkan, bahwa saat duka melanda keluarganya pemerintah setempat tidak mengulurkan bantuan.

“Ibu saya positif covid-19 dan saat ini menjalani isolasi di Rumah Sakit Nur Rohmah Gading sudah 8 hari ditemani ayah. Saya isolasi mandiri di rumah, terang Doni warga Sempon Wetan, 16-7-2021.

Doni mengaku telah berusaha mencari solusi dengan menemu Lurah setempat. Sayangnya bahwa lurah sebatas bilang, bahwa pemerintah Desa juga sedang mencari jalan keluar.

Eko, tetangga Doni mengatakan bahwa pihaknya juga belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat sampai selesai menjalani isoman.

“Jangankan bantuan permakanan dan obat ditengok saja belum pernah,” ujar Eko.

Diklarifikasi, Dukuh Sempon Kulon Tri Hastomo membenarkan bahwa warganya memang belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah desa baik pangan maupun obat-obatan.

“Saya sudah berusaha maksimal mengupayakan hak-hak warga namun saya tidak memiliki kewenangan dalam pendanaan khususnya penanganan warga yang isoman” Ungkap Dukuh Sempon Kulon, Tri Hastomo.

Warga Sempon beruntung, karena relawan pemberi bantuan permakaman cepat turun tangan. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.