PERISTIWA

Bersih Desa Banaran Telah Usai, Tinggalkan Polemik

PLAYEN-SABTU PON | Meski telah selesai dilaksankan beberapa waktu lalu, kegiatan Bersih Desa (Rasulan) yang digelar oleh warga Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul menyisakan polemik. Warga menuding, bantuan Dana Bersih Desa yang bersumber dari Kundo Kabudayaan Kabupaten Gunungkidul diduga digunakan untuk membeli seragam lurik para pamong.

Salah seorang warga setempat menyampaikan bahwa indikasi tindak pidana korupsi dana bantuan Kundo Kebudayaan Gunungkidul di Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen senilai puluhan juta rupiah.

Kepada infogunungkidul, warga yang enggan disebut namanya tersebut menjelaskan, bahwa Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Banaran mengajukan Proposal Permohonan Bantuan Acara Kebudayaan Rasulan kepada pihak Kundo Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Kabupaten Gunungkidul.

“Kemudian proposal ditindaklanjuti dengan gelontoran dana sebesar kurang lebih Rp 14 juta,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, kejanggalan terjadi karena dalam laporan rincian, biaya kegiatan rasul (pengajian, wayang kulit, gelar kesenian) sudah dibiayai semuanya dengan anggaran iuran masyarakat Padukuhan Banaran 1-5.

“Dana bantuan dari dinas kemudian tidak diketahui peruntukannya. Belum lama justru mencuat kabar, dana tersebut dipakai untuk pengadaan pakaian surjan perangkat kalurahan. Atas arahan lurah dan juga Jogoboyo selaku pelaksana kegiatan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi mengenai isu tersebut, Lurah Banaran, Suminto membenarkan.

Terkait kabar tersebut, Suminto berujar, bahwa pihaknya telah mengetahui dan bahkan telah sampai ke Aparat Penegak Hukum (APH) baik Polsek Playen maupun Polres Gunungkidul.

Suminto mengaku, dana tersebut turun dari dinas sebesar Rp 12,1 juta dan peruntukkannya digunakan untuk kegiatan yang tidak tercover oleh Panitia Rasulan, tanpa menyebut rician.

“Untuk pembelian seragam murni uang pribadi saya. Mengenai kabar ini saya sudah tahu, itu hanya ulah orang yang tidak suka kepada saya,” tutup Suminto, Sabtu, (24/06/2023) sore.

(Agus SW)

infogunungkidul

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

16 jam ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

2 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago