Bingung Aktivasi Akun Proses PPDB Online, Wali dan Murid Datangi SMK N 2 Wonosari

1600

WONOSARI-SENIN WAGE | Siswa yang kini telah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai lakukan aktivasi akun Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Meski telah tersedia layanan PPDB maupun tahapan secara online, beberapa murid maupun wali mengalami kesulitan untuk melakukannya.

Salah seorang wali murid asal Kepanewon Paliyan, Banu Budiyono mengatakan bahwa, pagi tadi, ia sengaja datang ke pelayanan pengaduan yang telah dibuka oleh pihak SMK N 2 Wonosari guna mendapatkan kejelasan terkait proses pendaftaran dari putrinya.

“Saya juga merasa bingung dengan alur dan proses yang harus dilakukan dalam pendaftaran ini, sebetulnya sudah mendaftar dengan online, cuma bingung caranya memverifikasi,” katanya, Senin (22/6/2020) pagi.

 

 

Banu menambahkan, dirinya sebenarnya telah mendapatkan token untuk mengaktifkan akun pendaftaran. Hanya, ketika memasukkan nomer token yang telah diberikan tersebut, ia sangat merasa kesulitan lantaran berkali-kali mengalami kegagalan dalam aktivasi akun milik putrinya.

“Saya terpaksa harus datang langsung ke sekolah, untuk mendapat penjelasan dan pengarahan agar lebih jelas,” tambahnya.

Dirinya pun mengeluhkan, pendaftaran kali ini memang cukup ribet, pasalnya pendaftaran menggunakan sistem online, dimana tidak semua siswa ataupun wali murid memahami tata cara pendaftaran secara online.

 

 

Meskipun bisa dilakukan di rumah masing-masing, lebih lanjut Banu menjelaskan, banyak siswa yang kini harus datang ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK N 2 Wonosari, Ahmad Darmadi mengatakan, pada hari ini merupakan hari pertama pengajuan akun yang dilakukan oleh calon peserta didik baru.

Proses pengajuan akun dari calon siswa baru akan dilayani mulai 22-25 Juni 2020 melalui sistem online.

“Semestinya dapat dilakukan secara online mungkin sosialisasinya kurang dan ada yang kurang jelas sehingga para wali dan murid datang ke sekolah,” katanya.

 

 

Menurut Ahmad, jika para siswa dan wali membaca panduan yang telah diberikan, maka seharusnya kesalahpahaman atau ketidakmengertian calon peserta didik baru dapat diminimalisir.

Hanya saja, diakui Ahmad, memang proses pengaktifan akun harus menunggu persetujuan dari operator.

“Akun menunggu verifikasi oleh operator, terus nanti aktivasi akun pada tanggal 29 Juni sampai 2 Juli mendatang,” ujar Ahmad.

 

 

Ahmad menambahkan, mengingat masih dalam masa pandemi, maka proses sekolah memberlakukan layanan dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Sehingga untuk mendapat layanan konsultasi, diterangkan Ahmad, sebelum datang ke sekolah, maka para calon siswa harus sudah mendaftar terlebih dahulu.

Diketahui, setidaknya 200 siswa hari ini Senin (22/06) telah mendaftar untuk mendapat layanan konsultasi PPDB.

“Sudah sejak awal Juni kami telah membuka layanan pengaduan, terdapat sekitar 300 yang telah dilayani, sementara yang antri sekitar 600, mereka harus daftar dulu ke google form untuk mendapatkan layananan di SMK N 2,” tandas Ahmad. (Hery)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.