BMKG: La Nina Berpengaruh Terhadap Peningkatan Gelombang Air Laut

1290

GUNUNGKIDUL-SELASA KLIWON | Fenomena La Nina saat ini mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyebut La Nina juga akan berpengaruh pada ketinggian gelombang air Laut Selatan DIY.

“Tapi pengaruhnya kecil dan peningkatan gelombang laut hanya bersifat sesaat,” kata Reni Selasa, (10/11/2020).

Ia menjelaskan, La Nina lebih banyak berdampak pada peningkatan curah hujan. Adanya peningkatan ini menyebabkan banyaknya awan konvektif. Awan ini terbentuk karena pemanasan radiasi matahari.

Awan konvektif ini pula yang menyebabkan curah hujan tinggi disertai angin kencang. Reni menyebut, adanya kemungkinan angin kencang juga akan terjadi di lautan.

“Angin kencang ini bisa menyebabkan gelombang laut tinggi dalam jangka waktu pendek,” jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya, potensi badai tropis juga bisa terjadi saat musim penghujan ini. Pasalnya, suhu permukaan laut di Samudera Hindia dan perairan Selatan Jawa memicu terbentuknya badai tropis.

Berkaitan dengan hal tersebut, imbauan kewaspadaan perlu diberikan pada masyarakat pesisir, tak terkecuali di Gunungkidul.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko.

“Sejauh ini kami masih sebatas menyampaikan imbauan biasa ke pada sejumlah nelayan dan warga pesisir,” katanya.

Sunu mengatakan, belum ada imbauan atau pun perintah khusus yang diberikan untuk mengantisipasi fenomena tersebut. Namun pihaknya tetap bersiaga.

Ia pun memastikan situasi perairan di selatan Gunungkidul saat ini masih terpantau normal. Begitu juga dengan ketinggian gelombang, sehingga belum membahayakan para nelayan.

“Nelayan sampai saat ini masih beraktivitas normal seperti biasa,” ungkap Sunu. (Hery)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.