Veteran di Hari Pahlawan: Pejuang Saat Ini Hanya untuk Kepentingan Sendiri, Bukan Nusa Dan Bangsa

1207

GUNUNGKIDUL-SELASA KLIWON | Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. Beberapa rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh berbagai instansi termasuk Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Selain menggelar upacara bendera juga melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan setempat.

Salah Seorang veteran yang mengikuti acara tabur bunga, Sukasta (79) mengaku bangga dengan pemerintah.

Yang mana, ia menyebut, bahwa masih selalu memperingati jasa para pahlawan. Walaupun, menurutnya, saat ini para pejuang sudah lain tidak seperti pejuang-pejuang tempo dulu. Di mana, saat ini orang-orang berjuang hanya untuk mencari kepentingan sendiri.

“Tetapi dulu betul-betul berjuang untuk tumpah darah Indonesia,” ujar kakek yang tinggal di Jeruklegi Wonosari ini usai upacara tabur bunga, Selasa (10/11/2020).

Sukasto, pejuang yang pernah merasakan dikirim ke Kalimantan ini bercerita, bahwa ia saat itu, tidak mengetahui tujuannya ke mana dan makan apa?.

Ia bersama teman-temannya tetap berangkat ke Kalimantan untuk menjalankan tugas Negera.

Bertahun-tahun dirinya terlibat dalam perang Dwi Kora dan beberapa orang dari rekannya gugur di medan laga.

Semuanya dilakukan tanpa memikirkan imbalan sedikitpun dari pemerintah untuk mereka. Meski demikian ia bersama rekan-rekannya rela untuk mempertaruhkan jiwa dan raganya demi Nusa dan Bangsa.

“Kalau sekarang berbeda. Mau berjuang itu ada apanya? Tidak tulus,” tuturnya.

Dan sekarang ini kesannya hanya sekedar mencari hura-hura dan mencari sesuatu yang wah. Bukan berjuang demi kemajuan Nusa dan Bangsa, namun demi dirinya sendiri dan kelompoknya masing-masing.

Tentu hal tersebut, menurutnya, tidak sesuai dengan semangat kebersamaan yang dibangun bangsa ini.

Di masa sulit sekarang ini atau di masa pandemi covid 19 yang melanda seluruh kawasan dunia, Sukasto berharap, agar generasi saat ini mendukung upaya pemerintah untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan virus yang sudah mewabah.

Di masa Pilkada ini, Sukasto berpesan, agar masyarakat tetap menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa. Jika pun ada perbedaan pilihan ataupun dukungan terhadap salah satu calon pasangan maka hal tersebut adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.