Pilkada yang akan dilaksanakan serentak Rabu, 23 September 2020 mendatang, menurut BS merupakan tonggak gerakan rakyat Gunungkidul dalam menentukan nasib Bumi Handayani.
Kabupaten Gunungkidul mencapai 46% lebih, dari luas DIY. Munurut BS, bumi, air, beserta isinya merupakan berkah.
“Saat ini, warga Gunungkidul diberi kesempatan menduduki ‘kloso-gumelar’. Itu artinya, rakyat berkewajiban menyelamatkan, dengan cara memelihara, supaya meraih berkah, menikmati kemurahan bumi pertiwi,” tegasnya.
Yang mengatur, menentukan, dan yang menjujung pemimpin, lanjut BS adalah rakyat, bukan ‘uang’. Dia tidak memustahilkan duit, tetapi terangkatnya pemimpin Gunungkidul yang memahami kemurahan bumi, air dan isinya, sepenuhnya berada di tangan rakyat.
Mosok, ujar BS, 600 ribu lebih warga Gunungkidul tidak ada yang memiliki pandangan, bahwa pilkada adalah hajatan besar, yang patut dibiayai rakyat secara mandiri dan sukarela.
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…