BPBD Gunungkidul Anggarkan Rp 235 Juta untuk Tangani Dampak Musim Hujan

1161

WONOSARI-KAMIS KLIWON | Menindaklanjuti prediksi banjir yang disampaikan BMKG, BPBD Kabupaten Gunungkidul pun bersiaga. Peringatan dini bahaya banjir disampaikan berpotensi terjadi di wilayah Jawa pada 18-19 Februari tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki menyampaikan, pihaknya menyiapkan setidaknya anggaran sebesar Rp 235 juta di 2021 ini. Anggaran tersebut diperuntukan sebagai penanggulangan bencana selama setahun ke depan.

“Anggaran dialokasikan untuk logistik dan permakanan Rp 75 juta, bantuan stimulan bagi masyarakat dan fasilitas umum senilai Rp 100 juta, hingga sewa alat berat mencapai Rp 60 juta,” katanya pada, Kamis (18/02/2021) siang.

Edy mengakui anggaran tersebut tergolong terbatas untuk penanganan dampak bencana. Personel siaga pun hanya ada 24 orang, dibanding luasan wilayah serta karakteristik bencana sesuai zona.

“Jadi kami terapkan skema prioritas, mana lokasi yang lebih membutuhkan penanganan,” jelas Edy.

Menurut Edy, jika dampak yang timbul tergolong tinggi, maka personel akan diterjunkan. Namun jika rendah, maka penanganan diserahkan ke relawan serta pemerintah kalurahan setempat.

Selain banjir, Gunungkidul masih harus berhadapan dengan potensi pohon tumbang dan longsor. Edy mengatakan langkah antisipasi sudah dilakukan demi menekan dampak bencana.

“Pohon-pohon di jalan utama kami pangkas, di beberapa titik ada upaya pembersihan sungai,” ujarnya.

Meski demikian, Edy tetap berharap kesadaran masyarakat akan potensi bencana terus meningkat. Itu sebabnya imbauan disampaikan tanpa henti lewat kapanewon hingga kalurahan.

Terpisah, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo menyarankan warga melakukan antisipasi mandiri. Terutama dalam menghadapi potensi banjir ini.

“Warga disarankan mengamankan barang-barang hingga dokumen penting agar terlindungi dari genangan banjir,” ujarnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.