EKONOMI

Budidaya Bonsai Ditengah Pandemi Raup Untung Hingga Jutaan Rupiah

TEPUS-KAMIS PON | Hobi mengkoleksi tanaman hias menjadi salah satu trend yang tengah ngehits dimasa pandemi. Salah satu tanaman hias yang tengah naik daun di Gunungkidul adalah Bonsai Santigi Laut atau bonsai dari Pohon Santigi.

Pohon santigi yang dikerdilkan ini ternyata menghasilkan keuntungan tersendiri bagi para perawatnya, sebab harga jual bonsai ini berkisar antara jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah

Dimasa pandemi Covid-19, siapa yang memiliki kreativitas berlebih dapat menjadi salah satu modal utama dalam memutar laju perekonomian yang tengah susah akibat penyebaran virus yang semakin meluas.

Seperti yang di lakukan oleh Wahyu Iskandar, warga Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus ini. Ia memiliki lebih dari 100 tanaman bonsai santigi dipekarangan rumahnya. Bonsai pohon santigi ini bisa menjadi salah satu alternatif tanaman hias dirumah, sebab bonsai santigi memiliki beberapa kelebihan diantaranya daun daun pohon yang kecil sehingga jika tertiup angin akan menimbulkan suasana yang syahdu di pekarangan rumah.

“Proses pengerjaan yang relatif singkat karena hanya memerlukan waktu kurang lebih selama 2 tahun untuk proses pengerjaan dari nol,” katanya, Kamis (11/02/2021) siang.

Ia mengatakan, pohon ini merupakan salah satu pohon yang sudah jarang ditemui, sehingga memiliki nilai jual tersendiri bagi kalangan penikmat bonsai. Selain itu, hasil dari bonsai santigi yang tidak terlalu besar menambah unsur keunikan dari bonsai santigi seperti ini.

Butuh keuletan dan ketelatenan agar dapat menghasilkan bonsai yang berkualitas baik. Proses pembuatan bonsai santigi pun terbilang sederhana. Bibit pohon santigi hanya perlu di tanamkan ke media yang sudah disedikan baik itu tanah ataupun batu.

“Penyiramannya perawatan setiap pagi hari atau sore hari,” jelasnya.

Yang diperlukan dari pembudidaya bonsai hanyalah kesabaran serta keuletan untuk dapat menumbuhkan bonsai yang mereka buat. Untuk harga jual bonsai santigi ini berkisar antara Rp. 50 ribu rupiah untuk tanaman bibit serta jutaan rupiah hingga puluhan juta bagi tanaman bonsai yang sudah dirawat puluhan tahun.

Sejauh ini, menurutnya pembeli bonsai santigi miliknya tak hanya datang dari lokal Yogyakarta saja, melainkan sudah datang dari luar pulau jawa yang tertarik untuk membudidayakan bonsai santigi.

“Dimasa pandemi seperti ini, diperlukan kreatifitas dan keuletan untuk dapat menghasilkan pundi pundi rupiah secara kreatif. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk dapat memutarkan roda perekonomian terutama yang berkaitan dengan hobi ataupun dekorasi,” pungkasnya. (Heri)

infogunungkidul

Recent Posts

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

3 jam ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 jam ago

Bumkalma Terbaik Berskala Nasional, UPK Satu Hati Playen Kelola Aset 17 Miliar

GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…

16 jam ago

Kepala BGN, Naniek Deyang Mengundurkan Diri

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…

1 hari ago

Semangat Warga Lemahbang Wujudkan Jalan Aspal Sepanjang 200 Meter

GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…

4 hari ago

Dampak Kemarau Mulai Dirasakan Sebagian Warga Gunungkidul, ORI Droping Air Bersih

SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…

4 hari ago