Budidaya Hortikultura Gunungkidul Hanya Terpusat di Sembilan Kapanewon

196

WONOSARI-JUMAT LEGI | Selain mengembangkan tanaman pangan, Bupati Sunaryanta merancang tanaman hortikultura, tetapi hanya di sembilan kapanewon. Sementara sembilan Kapanewon lain tidak tersentuh tanpa penjelasan rinci.

Holtikultura yang digadang menjadi bagian dari pendukung pariwisata berpusat di Patuk, Gedangsari, Nglipar, Semin, Ngawen, Karangmojo, Tepus, Tanjungsari dan Paliyan.

Jenis Hortikultura yang dibudidayakan relatif komplit mulai dari sawo, mangga, rambutan, srikaya, pisang, durian, hingga sayuran. Ujung tombak tetap berada di pundak Dinas Pertanian Pangan.

‘Tanaman sawo, mangga serta rambutan dipusatkan di Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Semin, serta Ngawen,” tulis Bupati Sunaryanta pada dokumen Ranwal RPJMD poin a. halaman II-10.

Komoditas srikaya, sesuai potensi diplot di Kapanewon Tepus Tanjungsari dan Gedangsari.

Berikutnya Kapanewon Nglipar, Semin, Gedangsari, Ngawen, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, serta Karangmojo dijadikan pusat tanaman pisang.

Komoditas utama durian ditanam hanya di tiga Kapanewon masing-masing Patuk Gedangsari serta Nglipar.

Publik mempertanyakan karena ada sembilan kapanewon yang tidak tersentuh Holtikultura seperti Girisubo, Rongkop, Ponjong, Semanu, Wonosari, Playen, Saptosari, Panggang dan Purwosari.

Menurut Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, seluruh pertanyaan publik akan terjawab setelah Ranwal RPJMD 2021-2026 dibahas bersama.

“Sekarang belum, karena pembahasan belum dilakukan,” ujarnya di gedung parlemen, 4-6-2021.(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.