Budidaya Keladi Di Tengah Pandemi, Mampu Datangkan Omset Jutaan Rupiah Perbulan

241

PLAYEN-MINGGU KLIWON | Hobi mengkoleksi tanaman hias menjadi salah satu trend yang tengah ngehits dimasa Pandemi COVID-19. Salah satu tanaman hias yang tengah naik daun di Gunungkidul adalah tanaman hias bunga keladi. Selain memiliki corak daun yang berwarna warni, tanaman hias keladi menjadi naik daun sebab perawatan yang begitu mudah serta harga yang relatif terjangkau sehingga pas digunakan sebagai penghibur kejenuhan dimasa pandemi.

Salah seorang warga Padukuhan Siyono, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen yang saat ini tengah pembudidaya tanaman hias keladi, Widi Rahayu mengatakan bahwa, ia mampu meraup omset hingga jutaan rupiah perbulan dari bisnis tanaman hias keladi. Ia memilih untuk melakukan hobi baru, salah satunya adalah berkebun atau menanam tanaman hias.

“Kegiatan ini saya rasa sangat ampuh untuk mengisi kebosanan saat pandemi yang tengah melanda,” katanya, Minggu (28/02/2021).

Ia mengatakan, puluhan bahkan ratusan tanaman keladi berada dihalaman rumahnya mulai dari Red clone, Ratana, Keladi strobery, Greend stard, Keladi Batik hingga White Queen nampak berada dihalaman pekarangan rumahnya.

Ide awal menanan tanaman hias keladi sebetulnya sudah digeluti oleh Widi Rahayu sejak 2 tahun terakhir. Dimana, awal cerita dirinya menanam tanaman keladi ketika dirinya menyukai tanaman hias dan mulai membudidayakannya dipekarangan rumah miliknya. Tanaman hias keladi atau Caladium ini bisa menjadi salah satu alternatif tanaman hias dirumah anda sebab memiliki beberapa kelebihan diantaranya daun daun yang memiliki corak tertentu.

“Perawatan yang begitu mudah dan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai salah satu alternatif hiburan dan ekonomi saat pandemi,” jelasnya.

Ia menambahkan, perawatan tanaman keladi pun juga terbilang cukup mudah, hanya perlu menyiram tanaman keladi sebanyak satu kali sehari baik pagi ataupun sore hari saja. Pastikan tanaman keladi ini cukup menyerap cahaya matahari, sebab cahaya matahari mampu memaksimalkan perkembangan daun keladi agar motif bisa segera keluar.

Untuk harga jual sendiri, tanaman keladi ini berkisar antara Rp 20 ribu rupiah untuk tanaman bibit dan bisa menembus angka jutaan rupiah untuk tanaman keladi yang sudah berdaun lebar dan memiliki motif unik tergantung dari jenis dan juga besar kecilnya ukuran daun pohon keladi.

“Pesanan bunga hias keladi ini justru malah datang dari berbagai wilayah di Jawa seperti Yogyakarta hingga ke Jawa Tengah,” tambahnya.

Dimasa pandemi seperti ini Widi mengaku dapat meraup omset hingga jutaan rupiah setiap bulannya dari usaha membudidayakan tanaman hias keladi. Selain itu, dimasa pandemi seperti ini diperlukan kreatifitas dan keuletan untuk dapat menghasilkan pundi pundi rupiah secara kreatif.

“Banyak cara yang dapat ditempuh untuk dapat memutarkan roda perekonomian terutama yang berkaitan dengan hobi ataupun dekorasi salah satunya adalah berbisnis tanaman hias keladi,” pungkasnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.