OPINI

Bunuh Diri: Membunuh Diri Sendiri

WONOSARI, Kamis Kliwon – Bunuh diri suicide (bahasa Inggris ), berasal dari bahasa Latin suicidium, dari sui caedere, “membunuh diri sendiri” adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri.

Bunuh diri seringkali dilakukan karena putus asa, yang penyebabnya seringkali dikaitkan dengan gangguan jiwa misalnya depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, ketergantungan alcohol, atau penyalahgunaan obat .

Faktor-faktor penyebab stres antara lain kesulitan keuangan atau masalah dalam hubungan interpersonal.

Upaya untuk mencegah bunuh diri antara lain adalah dengan pembatasan akses terhadap senjata, atau alat peralatan yang dapat menjadi penyebab hilangnya  nyawa.

Di Gunungkidul yang perlu diupayakan dengan sebaik baiknya adalah bagaimana kita meningkatkan ekonomi rakyat yang seadil adilnya sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945. Tidak bisa Dipungkiri bahwa tingkat kesulitan dan himpitan ekonomi adalah faktor utama pemicu bunuh diri selain juga faktor-faktor lainnya.

Cara yang paling sering digunakan untuk bunuh diri di berbagai negara  antara lain: gantung diri, minum racun serangga, dan senjata api.

Gantung diri menduduki peringkat teratas dunia, paling sering dilakukan  orang untuk mengakhiri hidup.

Setiap tahun, sekitar 800.000 hingga satu juta orang meninggal karena bunuh diri. Bunuh diri menduduki posisi ke-10 sebagai penyebab kematian terbesar di dunia sumber: id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri

Bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul  memang cukup fenomenal. Ini harus menjadi perhatian, baik individu, keluargga, maupun kelompok masyarakat. Mengatasi kasus seperti ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja apalagi hanya segelintir orang yang tergabung di dalam anggota satgas. Sebagai contoh satgas berani hidup, nama satgasnya memang BERANI HIDUP, namun pelaku bunuh diri tetap juga BERANI MATI.

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh pemerintah melalui satgas, tentunya tidak bisa lepas peran serta semua pihak dan semua lapisan masyarakat sebagai contoh:

  1. Satgas harus segera membentuk sentral atau semacam rumah rehabilitasi .

Artinya rumah tersebut nantinya akan menampung orang-orang yang terindikasi/ rentan melakukan bunuh diri.

  1. Bersama sama masyarakat melakukan pendataan orang yang terindikasi/ rentan bunuh diri untuk segera dan secepatnya melapor ke pos penampungan atau ke satgas jika perlu layanan oline 24 jam
  2. Lakukan upaya rehabilitasai
  3. Bagi yang sudah bisa dikembalikan ke pihak keluargga lakukan pendampingan.
  4. Jika perlu ciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka, sesuai bidang dan kondisi masing-masing.
  5. Barikan modal baik mental maupun materi.

Demikian beberapa langkah nyata yang dapat dilakukaun, memang semua itu tidak akan lepas dari modal yang tidak sedikit. Namun demikian jika semua elemen masyarakat dan pemerintah bertekad pasti akan lebih mudah dijalankan.

Saat ini banyak berdiri bermacam macam rumah layanan seperti rumah aspirasi, rumah budaya, rumah informasi pariwiasata, dan yang lainnya. Namun sayang tidak ada yang berani mendirikan RUMAH BERANI HIDUP untuk  YANG BERANI MATI.

Bunuh diri tidak dapat  diperkirakan/ diprediksi kapan, di mana, dan dengan apa seseorang akan menghilangkan nyawa sendiri.

Untuk kesempatan berikutnya kita dapat bahas bersama sama peluang serta sumber dana yang dimungkinkan dapat medukung program, sehingga ada langkah kongkrit untuk menghadapi PAGEBLUK GANTUNG DIRI yang saat ini melanda masyarakat Gunungkidul.

 

Penulis: MugiHardjono

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

6 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

7 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago