Camat Ngawen: Biaya PPAT Pukul Rata Rp 200 Ribu

224

NGAWEN – Kamis Pon | Slamet Winarno Camat Ngawen, Kabupaten Gunungkidul menyatakan, bahwa biaya pembuatan akte ke Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) terkait program pendaftaran tanah  sistematis lengkap (PTSL)  adalah 1% dari harga tanah rata-rata.

Ongkos PPAT Rp 200 ribu seperti diungkapkan 5 Kepala Desa se Kecanatan Ngawen di media infogunungkidul.com beberapa waktu lalu, menurutnya dihitung dari harga tanah tanpa membedakan luas dan harga jual.

 

 

“Harga tanah  milik warga dinilai tidak lebih dari Rp 20 juta, per bidang, biaya PPAT sebesar 1%, sehingga ketemu angka Rp 200 ribu,” terang Slamet Winarno, di ruang kerjanya, (26/02/20).

Penghitungan tersebut, demikian dia menambahkan, bukan tanpa dasar. Payung hukumnya cukup jelas, yakni  Peraturan Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2006.

Slamet Winarno meminta, kepada warga Kecamatan Ngawen untuk segera melengkapi berkas persyaratan seperti Leter C Leter D, KTP, Surat Keterangan Waris, SPPT tahun 2000, dan yang lain, untuk mendaftarkan tanah yang belum bersertifikat ke desa masing-masing.

Menyinggung legalisir dokumen, baik di desa maupun di kecamatan, Slamet Winarno menyatakan gratis.

Jangan ada yang terlewati, kata dia, ini program pemberian status hukum tanah dari Pemerintah Pusat.

Berdasarkan data yang masuk ke aplikasi di kantor kecamatan, menurut Slamet Winarno baru dua desa yaitu Kampung dan Desa Jurangjero. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.