OPINI

DALAM PEMILU NETRALITAS ITU TIDAK REALISTIK

WONOSARI, Sabtu Legi, –Dalam konteks pemilihan, baik pilkada maupun pilpres, TNI/Polri diharuskan netral. Dari sisi undang-undang, secara kelembagaan netralitas berlaku absolut. Tetapi secara personal, netralitas anggota TNI/Polri adalah tidak realistik. Termasuk dalam hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN), juga Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seorang perwira tinggi TNI/Polri maju bertarung di arena pilkada atau pilpres.  Secara personal prajurit dilarang menaruh simpati/ empati. Tidak kebayang, larangan tersebut bakal digubris.

Legal formal, dukungan prajurit jelas tidak bisa dilaksanakan di bilik suara. Tetapi ketidaknetralan itu dirambatkan ke anak istri yang telah memiliki hak pilih dengan cara mengkampanyekan secara terbatas, bahwa pilihan harus diberikan kepada jendral yang sedang bertarung.

Ini sebuah persoalan rumit. Mengukur dan mengamati netralitas prajurit TNI/Pori bukan persoalan mudah. Lebih sulit lagi, mendeteksi kampanye terbatas.

Dengan alat macam apa penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu dan Panwaslu) mendeteksi kampanye terbatas yang secara nyata dilakukan jauh sebelum kampanye formal diperbolehkan.

Memilih pemimpin dari sebuah golongan (TNI/Polri) adalah persoalan kedekatan batiniah. Dalam terminologi politik hal ini sering disebut sebagai ikatan primordial.

Sebut saja saya adalah prajurit berpangkat kopral. Agus Harimurti Yudhoyono maju di pertarungan pilpres 2019. Anak istri termasuk kerabat dekat, pasti saya ajak untuk mendukung AHY.

Begitu pula misalnya saya seorang ASN / PNS. Karena selama kepemimpinan Presiden Jokowi gaji/ kesejahteraan selalu diperhatikan, maka pada pilpres 2019, secara personal saya berbicara kepada sanak saudara, dan tetangga untuk mendukung petahana.

Undang-Undang Pemilu tidak akan bisa menyentuh ikatan primodial sebagai sebuah pelanggaran. Kesimpulan saya, netralitas yang digembar-gemborkan selama ini berlaku hanya di ranah kelembagaan, dan tidak di lingkup personal. Bambang Wahyu Widayadi.

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

23 jam ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago