WONOSARI-SENIN PAHING | Dam Parit yang telah dibangun di wilayah Pedukuhan Ngasem, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari berfungsi sebagai sarana pengairan lahan pertanian milik warga setempat. Dam tersebut diresmikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul belum lama ini.
Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, bahwa setidaknya 5 hektare lahan yang dapat dialiri Dam Parit Kali Ngalang.
Bambang menjelaskan, bahwa jenis tanaman pangan yang ditanam di lahan tersebut yakni kacang tanah seluas 4 hektare
“Kalau kedelai mencapai 1 hektare. Lahan tersebut dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Marsudi Tani,” kata Bambang, Senin (28/09/2020) siang.
Bambang menyebut, rencana pembangunan Dam Parit berdasarkan usulan Poktan tahun 2019 lalu, dan realisasi pembangunan dimulai pada Juli 2020.
“Anggaran pembangunan kami kirimkan langsung ke rekening Poktan, dan pembangunan dilakukan dengan skema swakelola oleh mereka,” jelas Bambang.
Menurutnya, proyeksi luas tanam palawija dan sayuran Poktan akan meningkat pasca difungsikannya Dam Parit tersebut. Sebab Dam Parit Kali Ngalang, disebut Bambang, mampu menjamin ketersediaan air untuk lahan seluas 20 hektare.
Poktan Marsudi Tani sendiri, dijelaskan Bambang, baru saja memanen hasil musim tanam ketiga yakni, kacang tanah mencapai 3,2 kilogram per ubin atau setara 5,12 ton polong basah per hektare.
“Jika dikonversikan dalam bentuk wose, kacang yang dipanen mencapai 1,6 ton per hektare,” ungkapnya.
Diklaim Bambang, bahwa hasil panen tersebut melampaui rata-rata profitas tingkat kabupaten. Sebab, menurutnya, rata-rata profitas kacang tanah Gunungkidul mencapai 1,2 ton wose per hektare dalam sekali panen.
Terpisah, Panewu Gedangsari Martono mengungkapka, keberadaan Dam Parit sudah diinginkan warga sejak lama, dengan harapan akan mampu mengantisipasi masalah irigasi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.
“Kami sangat terbantu tentunya setelah Dam Parit Kali Ngalang ini difungsikan,” kata Martono.
Martono menyatakan, keberadaan Dam Parit Kali Ngalang, tak hanya untuk pertanian, tetapi juga menjadi obyek wisata edukasi pertanian.
Diketahui, di Kapanewon Gedangsari termasuk wilayah yang rawan krisis air bersih untuk kebutuhan warga sehari-hari.
“Ada banyak pihak yang telah membantu pembangunan sumur air bersih dan air minum di Gedangsari ini,” ungkapnya. (Hery)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…