Dandim Paparkan TMMD Dan Solusi Kekeringan

122

WONOSARI-Selasa Kliwon | Pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 akan dimulai pada 11 Juli 2019 berpusat di Desa Banaran Kecamatan Playen. Dalam kegiatan tersebut selain membangun sarana prasarana fisik, TMMD juga menyasar non fisik.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Noppy Laksana Armiyanto dalam kegiataan silaturahmi dengan Paguyuban Wartawan Gunungkidul di Aula Gedung Kodim 0730/GK, Selasa (9/7).

Rumitnya Proses Pengurusan Poligami Pejabat Publik Level Desa

Noppy menyampaikan, sasaran pembangunan fisik berupa pembangunan jalan sepanjang 1300 meter, pembangunan Musholla, dan Poskamling. Adapun program non fisik, berupa kegiatan sosial pasar murah, penyuluhan kesehatan, pembinaan wawasan kebangsaan, pembinaan disiplin kepemudaan dan lainnya.

“Persiapan kegiatan TMMD termasuk penyaluran material pembangunan fisik sudah dilakukan. Kami merasa bangga partisipasi masyarakat sangat tinggi sehingga akselerasi pembangunan berjalan cepat,” ungkap Noppy Laksana.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0730/Gunungkidul juga menyampaikan keprihatinan akan persoalan klasik terkait kekeringan di Gunungkidul yang hingga saat ini belum tuntas penyelesaiannya.

Oleh karenanya berbagai gagasan terobosan dilakukan oleh Noppy dengan menggandeng berbagai pihak agar persoalan kekeringan Gunungkidul dapat teratasi diantaranya upaya menaikan air sungai bawah tanah dan pembangunan embung yang dekat lokasi sumber air.

“Program Baksos droping air bersih dengan menggunakan tangki dalam jangka panjang tidak menyelesaikan masalah. Gunungkidul sebenarnya terdapat banyak titik sumber air, kita akan berupaya bagaimana agar air tersebut dapat dinaikkan sehingga bisa dinikmati masyarakat, “ungkapnya. (ag)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.