Teater Bahasa Jawa Gelar Panggung Air

81

PATUK-Selasa Kliwon | Teater berbahasa Jawa  jarang dipentaskan di ruang publik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menggandeng Teater Gunungsewu menggelar sandiwara Bahasa Jawa di area wisata Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Senin (08/07) malam.

Restu Gunawan, Direktur Kesenian  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menyatakan,  pementasan Teater Bahasa Jawa jarang ditampilkan. Untuk itu, menurutnya perlu dihidupkan kembali dengan melibatkan masyarakat.

Tradisi Nyadran Ditafsirkan Berbeda Menyatu di Bawah Pohon Besar

Lebih lanjut Restu mengatakan,  ingin menelusuri lokalitas teater berbahasa daerah yang ada di seluruh Indonesia. Gunungkidul menjadi pilot project bersama Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Tulungagung.

“Pentas tidak harus di gedung. Semua bisa dilakukan di tengah desa seperti ini, sehingga kita bisa berhubungan langsung dengan alam, Tuhan dan masyarakat,” jelas Restu, Selasa, (09/07).

Restu Gunawan berharap, kegiatan yang dilakukan Teater Gunungsewu dapat membawa virus kebaikan bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat diminta lebih aktif menyampaikan kegiatan seperti ini melalui media sosial supaya semua bisa diakses oleh masyarakat luas.

“Mudah-mudahan ini bisa menyebar ke daerah lain sebagai bukti, bahwa sandiwara Berbahasa Jawa itu masih ada,” ungkap Restu.

Ditambahkan, dengan adanya Dana Desa, ke depan pihaknya akan bekerjasama dengan Kemendes dan Kemendagri agar kegiatan budaya bisa dibiayai Dana Desa.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.