Delapan Ribu UKM Gunungkidul, Maju Atau Mundur Ditunggu Akhir Desember 2021

312

GUNUNGKIDUL-JUMAT KLIWON | Urusan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menjadi tanggungjawab Dinas Koperasi tahun 2020 digelontor 8 program yang dijabarkan menjadi 13 kegiatan. Serapan dana cukup tinggi, tetapi tahun 2021 teriakan para pelaku UKM tentang permintaan pendampingan dan suntikan dana makin kencang.

Laporan tertulis Dinas Koperasi Gunungkidul dalam Nota Pengantar LKPJ Bupati Sunaryanta di halaman 18 yang dibacakan pada sidang pari purna DPRD akhir Maret 2021 silam menunjukan besarnya serapan dana 95,77%.

Biaya yang dianggarkan di tahun 2020 sebesar Rp 2.072.865.448,00 sementara realisasinya Rp 1.985.204.080,00.

Rekomendasi DPRD Gunungkidul, berdasarkan pengawasan triwulan pertama tidak mengupas hingga serapan dana.

Hanya saja, DPRD Gunungkidul merekomendasi dua hal: pelatihan disertai pendampingan aplikatif dan menginventarisasi jumlah koperasi dan UKM yang terpukul pandemi

Eko Rustanto, anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Demokrat yang tergabung dalam Fraksi Gerindra mengaku memiliki jumlah sementara UKM di Gunungkidul.

“Kurang lebih ada 8 ribuan,” ujarnya kepada media, di gedung DPRD 8-4-2021.

Menurutnya rekomendasi DPRD benar dan tepat karena pendampingan dan penguatan modal untuk UKM merupakan kebutuhan mendesak.

Supaya UKM adem, kata Eko Rustanto, dan supaya teriakan mereka tidak semakin lantang.

Ada perubahan UKM secara kuantitatif dan kuantitatif perlu ditunggu kiprah Bupati Sunaryanta hingga Desember 2021. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.