WONOSARI – SENIN PON | Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos, jelang masa jabatan berakhir (2021), menghadapi ujian cukup berat. Dia ditantang, antara menolak dan menerima ratusan ribu pemudik di musim lebaran, Mei 2020.
Bambang Krisnadi, adik kelas semasa di SMA 1 Wonosari menulis, Lebaran 2020 jatuh pada tanggal 24 Mei 2020. Sementara darurat wabah covid 19 ditetapkan sampai dengan tanggal 29/5/20.
“Covid-19 sudah merebak hampir di semua kota di Indonesia dan sudah dinyatakan sebagai pandemi,” ujarnya (22/3/20).
Bambang Krisnadi mempertanyakan, soal tingkat keamanan gerakan pulang kampung bareng yang selama ini melibatkan ribuan pemudik.
Menurutnya, mudik bareng bertentangan dengan kebijakan “social distancing” (jaga jarak). Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa peserta mudik dalam kondisi sehat wal’afiat dan dipastikan tidak membawa wabah covid-19 ke kampung halaman.
“Oleh karena itu tidak ada salahnya pemerintah melakukan kajian secara mendalam pelaksanaan mudik bareng 2020,” pinta Bambang Kris.
Secara pribadi dia mengusulkan agar pemerintah meniadakan gerakan mudik bareng 2020 dan menghimbau masyarakat untuk menunda mudik ke kampung halaman sampai situasi dinyatakan aman.
“Ini semua semata mata untuk keselamatan pemudik dan juga sanak saudara kita di kampung halaman,” kata dia.
Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi (32 hari lagi) tiba. Sementara itu pernyataan resmi Badingah, selaku Bupati Gunungkidul, belum terkonfirmasi. (Bambang Wahyu Widayadi)













