Di Bawah Ketiak Birokrat, Bupati Sunaryanta Tak Bisa Berkutik

616

WONOSARI-KAMIS PAHING | Slamet, S.Pd. MM. pada awal Pilkada Gunungkidul 2020 pernah menyatakan, hampir tidak ada elemen birokrasi yang mendukung pencalonan Sunaryanta sebagai Bupati Gunungkidul. Setelah duduk di kursi, Sunaryanta tak bisa berkutik.

Pernyataan Slamet yang guru sekolah sekaligus guru politik Sunaryanta terkuak dan terbukti. Pembentukan Tim Bupati Untuk Percepatan Penyelenggaraan Pembangunan (TBUP3) yang dikritisi politisi PAN, Arif Setiyadi merupakan salah bentuk kegamangan Sunaryanta dalam berhadapan dengan Sekda, OPD serta sejumlah Badan yang ada di lingkungan Pemda Gunungkidul.

“Sunaryanta masuk perangkap dan tak bisa berkutik, karena tanpa pendamping yang mumpuni,” tulis Slamet Harjo panggilan akrab politisi Gerindra via aplikasi WhatsApp, 23-2021.

Yang diduga jadi pendamping adalah ASN yang belum punya jabatan strategis, sehingga dia gak ada kemampuan bargaining kebijakan.

Hal itu bisa terlihat yang menjadi konsen pembangunan adalah konsep tinggalan pemerintahan sebelumnya.

Beberapa pembangunan gedung dan infrastruktur senilai 1.7 triliun rupiah adalah gagasan lama.

Menurutnya, Sekda dan kawan-kawan punya beban psikologis terhadap rencana itu termasuk pemindahan kantor.

“Dengan menjadi ketua TBUP3 Sekda akan menjadi leluasa, senang serta gembira,” tegasnya.

Sunaryanta tidak bisa fokus pada RPJMD yang telah ditetapkannya sendiri. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.