Kebijakan Bupati Sunaryanta Dikritisi, Partai Pengusung Enggan Bicara

518

WONOSARI-JUMAT PON | Respon Anggota DPRD DIY Arif Setyadi tentang TBUP3 yang dibentuk Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta memicu lahirnya tanggapan yang beragam dari sejumlah tokoh.

Budi Martono, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul termasuk yang sependapat dengan Arif Setiyadi.

“Saya juga meragukan kemampuan TBUP3,” tulis Budi Martono melalui aplikasi WhatsApp, 24-9-2021.

Sekretaris HKTI DIY Widi Handoko menilai bahwa tulisan Arif Setiyadi merupakan salah satu bentuk resistensi (perlawanan) terhadap kebijakan Bupati Sunaryanta.

Purwanto, ST Ketua DPC Gerindra Gunungkidul yang juga anggota DPRD DIY menyatakan, Bupati Sunaryanta mimpinya terlalu berlebihan.

“Dia akan menyulap Gunungkidul seperti Los Angeles, saya apresiasi namun harus melihat situasi kondisi. Saat ini baru pandemi, Bupati mampu melaksanakan visi dan misinya seperti yang tertulis di RPJMD sudah prestasi yang luar biasa,” kata Purwanto, ST.

Dia menunjuk contoh kondisi pandemi yang di mulai membaik atau level PPKM yang mulai turun mestinya wisata mulai dibuka dengan persyaratan prokes.

“Itu saja belum berani melakukan uji coba,” tandasnya.

Sisi lain, lanjut Purwanto, Bupati Sunaryanta menghadapi problem riel, peternak ayam petelur merugi karena harga jual lebih rendah dibanding dengan biaya produksi.

“Bupati bermimpi itu sah sah saja, tetapi jangan mimpi di siang bolong,” kata Purwanto mengingatkan.

Dihubungi terpisah Ketua DPD Golkar Heri Nugroho dan Sitiyo dari PKB selaku Partai pengusung terkait pengkritisan TBUP3 tidak banyak komentar.

Disebut mulai ada resistensi terhadap kebijakan Sunaryanta, Heri Nugroho menjawab ringkas,” Iya betul.'”

Sementara Sutiyo Ketua PKB GunungkIdul mengaku bahwa soal TBUP3 tidak ada komunikasi. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.