Desa Bohol Preseden Buruk Bagi Pengisian Perangkat

394

RONGKOP-JUMAT PON | Anggota DPRD DIY dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Supardjo, SIP menyoroti pengisian Pamong dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemerintah Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop.

“Panitia lalai dalam menjalankan Perda dan Perbup Kaitan Pengisian Perangkat Kalurahan dan THL,”
tulis Supardjo via aplikasi WhatsApp, 24-9-2021

Menurutnya, sesuai keterangan narasumber setempat salah satu calon yang menang hingga saat ini belum bisa di lantik. Supardjo menilai ini mengherankan.

“Secara logika Panitia Pengisian Perangkat dibentuk dengan Surat Keputusan Lurah Desa. Mereka telah bekerja dan membuahkan hasil, dalam arti ada pemenangnya. Sementara setelah hasil itu dilaporkan ke Kapanewon, tetapi Penewu Rongkop menolak,” terang Supardjo.

Menurut fakta serta data yang berhasil peroleh prosesi pengisian perangkat sudah di konsultasikan panitia ke kapanewon.

Menurut Politisi NasDem ini, Penewu Rongkop bahkan ikut memberikan pembekalan kepada Panitia dan Calon.

Pertanyaan Publik apakah semua yang terlibat di situ semua tidak memahami Perda dan Perbup yang memayungi proses pengisian perangkat?

“Aneh semua kok bisa lalai dalam memahami Perda Perbup. Hal kaya gini mestinya tidak boleh terjadi,” tandas Supardjo.

Dia menambahkan bawa mendapat laporan dan masukan dari salah satu keluarga calon yang menang.

Mereka, terang Supardjo, heran karena kesalahan sampai berjamaah mulai dari Panitia, Kalurahan, hingga Kapanewon.

“Hal tersebut tentu menjadi preseden buruk bagi Gunungkidul umumnya dan desa Bohol khususnya,” pungkas Supardjo. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.