Di Dalam Kota Cerdas, Gunungkidul Bisa Kecurian Tanpa Kebobolan

401

WONOSARI – Senin Legi | Progam 100 Kota Cerdas (Smart City) yang digagas Kantor Staff Kepresidenan Deputi I, masuk Kabupaten Gunungkidul pertengahan 2019. Warga jarang berfikir, bahwa di balik program 100 kota cerdas, Gunungkidul bisa kecurian potensi detail sumber daya alam (SDA) tanpa kebobolan.

Program Smart City secara fisik dijabarkan  bertujuan mencerdaskan sumber daya manusia (SDM), melalui penguasaan teknologi informasi (TI).

 

 

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 144 Desa, bahkan sampai ke 1.431 pelosok padukuhan diberi bimbingan teknis agar terampil berinovasi di bidang TI.

Mereka diharapkan terbiasa membuat detail potensi SDM dan SDA yang menjadi ranah kewenangan masing-masing.

Satu jam ngobrol dengan Sumarto, Ketua Team Pengelola Gunungkidul Cerdas, muncul nuansa lain. Di balik program pencerdasan bangsa, melalui 100 Smart City, kekayaan SDA Bumi Handayani bakal mudah diketahui oleh siapapun.

Perut perbukitan gamping itu menyimpan apa saja, secara detail mudah diakses melalui website yang dibangun oleh tangan-tangan terampil yang dilatih melalui jalur Smart City.

Di balik program tersebut, potensi sumber daya alam (SDA) tersaji secara detail. Tanpa disadari potensi SDA Gunungkidul gampang diketahui pihak ketiga.

Koordinator kantor Staff Kepresidenan, awalnya mengincar  Kabupaten  Bantul dan Sleman. Ada alasan khusus, mengapa tiba-tiba berbelok ke Gunungkidul.

“Pilihannya jatuh ke bumi Handayani, karena Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) lebih awal menjalin kerjasama dengan Google dalam memanfaatkan TI,” ujar Sumarto, selaku Ketua Team Pengelola Kota Cerdas, Gunungkidul, (10/02/20).

Kerjasama dengan Google, menurut Sumarto bermula dari program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.