Categories: KESEHATAN

Di Gunungkidul, KPI Temukan Lima Kelemahan Penerapan JKN

YOGYAKARTA, Jumat Pon–Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan lima (5) persoalan tentang implementasi kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu disampaikan Sekeretaris Wilayah KPI DIY,  Halimah Ginting pada breafing PIPA JKN bersama anggota KPI DIY, di Hotel Gallery Prawirotaman, Yogyakarta,  Kamis, (19/10).

“Persoalan tersebut terlihat pada hasil penelitian di 3 Kabupaten yakni Gunungkidul,  Sleman dan Kota Yogyakarta sejak 2016 lalu,” jelas Halimah.

Di Gunungkidul, menurut Halimah persoalan yang muncul adalah: (1) obat yang diberikan kepada peserta JKN  sama untuk semua jenis penyakit; (2). obat tidak mujarab; (3). fasilitas kelas rawat inap selalu penuh; (4). Informasi layanan tidak jelas karena karena kurangnya sosialisasi; dan (5). jumlah tenaga medis tidak merata untuk fasilitas pelayanan tingkat 1.

Selain itu, lanjut Halimah, prosedur layananan ribet, tidak dipahami oleh masyarakat. Sistem pendataan tidak jelas dan tidak  tepat sasaran. Dinas sosial kabupaten tidak memiliki data yang akurat dan baku untuk warga miskin.

Hasil penelitian KPI menggambarkan belum terpenuhinya layanan kesehatan untuk masyarakat peserta JKN. Mereka masih diperlakukan secara diskriminatif dalam pelayanan kesehatan.

“Penelitian KPI mencerminkan belum maksimalnya monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan masyarakat,” tandas Halimah.

KPI wilayah DIY merasa perlu duduk bersama dengan berbagai pihak untuk membahas implementasi JKN ini.

“Tujuan kita agar usulan KPI demi perbaikan mekanisme pelayanan JKN diakomodir. Ujungnya, pemerintah melibatkan masyarakat dalam melakukan monitoring dan evaluasi,” ungkapnya.

Guna menampung pengaduan masyarakat atas buruknya layanan kesehatan yang mereka terima, KPI DIY membangun Balai Perempuan di pedesaan. Selain melakukan advokasi atau pendampingan, balai ini juga sebagai pusat informasi dan pengaduan penyimpangan implementasi program JKN di desa.

Data yang terkumpul di Balai Perempuan  dijadikan dasar untuk melakukan advokasi di tingkat kabupaten / kota hingga provinsi. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Rektor UGM Buka Rangkaian PIONIR, Sambut 11.099 Mahasiswa Baru

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…

3 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, SD Muhammadiyah Mulusan II Unjuk Kemajuan

GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…

3 hari ago

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

3 hari ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

3 hari ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

7 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

1 minggu ago