JAKARTA, Selasa Legi – Di Indonesia saat ini sedang marak kumunikasi tanpa verifikasi. Disebutlah pola demikian sebagai ten to ninety (10 to 90). Sengaja atau tidak, sepuluh persen orang memproduksi informasi negatif, yang 90% share tanpa pikir panjang.
Hal di atas disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rosarita Niken Widiastuti sebagai diunggah humas Setkab RI (28/08).
“Orang menerima informasi melalui WhtasApp (WA), atau Twitter, dan Facebook. Hanya dibaca judul, langsung share”,
Selaku Ketua Badan Koordinasi Humas Pemerintah (Bakohumas), menurut Niken, hal-hal negatif dalam pola komunikasi ten no ninety, bisa dihalau dengan cara memproduksi informasi positif.
Ia mengingatkan, tugas Bakohumas adalah mensosialisasikan program pemerintah, melakukan literasi kepada masyarakat, dan counter narasi. Menurut Niken, sering tersebar isu yang mungkin arahnya menyerang pemerintah.
“Humas harus melakukan counter narasi. Kontra narasi bertujuan menyeimbangan isu yang kadang banyak diputarbalikkan,” tandasnya.
Jadi, lanjut Dirjen IKP Kominfo, humas Kementerian/ Lembaga (K/L) harus bekerjasama. Kominfo melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 ditunjuk untuk mengkoordinasikan komunikasi pemerintah maupun lembaga yang ada. Redaksi
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…