Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos, menyampaikan, pihaknya telah mengintruksikan instansi terkait, untuk menyiapkan sarana prasaran baik obat-obatan, vaksin untuk hewan maupun pengobatan antibiotik pada manusia di Puskeswan dan juga Puskesmas.
Selain itu, Bupati telah membuat surat edaran untuk pencegahan dan penanggulang antraks. Sosialisai juga dilakukan kepada Camat, OPD, Pemerintah Desa bahkan sampai tingkat Padukuhan melalui berbagai media yang ada di Kabupaten Gunungkidul secara berkelanjutan.
“Saat ini kita sedang memproses Perbub, terkait pemberian tali asih bagi masyarakat yang ternaknya mati karena antraks,” terangnya.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar hewan tidak diberandu/disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.
“Saya mohon dukungan agar Kabupaten Gunungkidul bisa mempertahankan sebagai budaya ternak DIY, karena dari populasi ternak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 70% populasi ternak ada di Kabupaten Gunungkidul,” ucap Badingah. (hr)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…