Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos, menyampaikan, pihaknya telah mengintruksikan instansi terkait, untuk menyiapkan sarana prasaran baik obat-obatan, vaksin untuk hewan maupun pengobatan antibiotik pada manusia di Puskeswan dan juga Puskesmas.
Selain itu, Bupati telah membuat surat edaran untuk pencegahan dan penanggulang antraks. Sosialisai juga dilakukan kepada Camat, OPD, Pemerintah Desa bahkan sampai tingkat Padukuhan melalui berbagai media yang ada di Kabupaten Gunungkidul secara berkelanjutan.
“Saat ini kita sedang memproses Perbub, terkait pemberian tali asih bagi masyarakat yang ternaknya mati karena antraks,” terangnya.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar hewan tidak diberandu/disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.
“Saya mohon dukungan agar Kabupaten Gunungkidul bisa mempertahankan sebagai budaya ternak DIY, karena dari populasi ternak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 70% populasi ternak ada di Kabupaten Gunungkidul,” ucap Badingah. (hr)
Page: 1 2
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…