“Kita juga belum tes di jalan, mobil ini baru jadi, baru pertama kali kita pakai,” katanya.
Victor menceritakan, mobil andalannya Nissan cefiro ini awalnya masih menggunakan mesin drift, namun kali ini ia sulap menjadi drag, yang selanjutnya akan terus dilakukan beberapa perubahan.
VIDEO TERBARU :
“Terakhir ini kita turun mesin, kita ganti dengan yang fresh memakai transmisi automatic, karena di luar negeri drag rece sudah pakai matic semua jadi kita pegen mengacu ke arah sana,” ujarnya.
Untuk kelas sendiri, 3 Dara Racing Development biasa selalu akan mengikuti di kelas FFA, dan lalu ada 1 kelas di bawah FFA yakni kelas 9. Untuk Kejurnas ini 3 pembalap Victor lo, Adit Barbie, Riki Narendra yang tergabung di team 3 Dara Racing Development mengikuti di 2 kelas dari 4 starter, untuk dua mobil yang digunakan adalah Toyota FT 86 yang biasa turun, biasanya turun di kelas 9,5 namun karena habis dilakukan beberapa upgrade di beberapa part, mesin, ban dan suspensi jadi ada peningkatan waktu di 9 detik, namun demikian, catatan waktu terbaik ada di 8,6 detik tetapi ia main di klas 9. Untuk kejuaraan yang kita raih di Kejurnas ini, 1st di kelas FFA, 3 rd di kelas FFA, 3 rd di kelas 9 detik, dan 4 th di kelas 9 detik.
Disinggung masalah start, mobil cefiro merupakan transmisi automatic jadi untuk startnya agak lambat,namun demikian ini bukanlah kendala. Ia bisa cepatin startnya, namun hal ini masih perlu jasment karena jika dicepatin terlalu cepat mobil akan terlihat spin.
“Dapat kita lihat, mobilnya sudah lari pun spin ke kanan dan ke kiri nah itu karena over power,” ujarnya
Ia menambahkan, pada 27 Oktober 2019 mendatang, team 3 Dara Racing Development akan turun lagi lebih maksimal. Untuk mobil pastinya ia akan riset ke automatic, jadi memang team ini akan mengacu ke automatic. (Red)













