Uniknya, petilasannya yang ditandai dengan pagar bambu, pertanda tempat itu tidak boleh diinjak-injak oleh wisatawan maupun pengunjung.
Tidak kalah menariknya, di tempat tersebut juga ditemukan batu kumpul. Batu ini konon selalu berkumpul di satu tempat, walaupun diterjang banjir.
Dengan keunikan alami inilah Pokdarwis Asri, berupaya mengemas Trukan menjadi tempat wisata air, juga sebagai wisata budaya, religi.
Ketua Pokdarwis Asri, Catur Puji Suprihono menuturkan, bahwa D’Trukan Park View ini dibangun berdasarkan keinginan masyarakat, guna meningkatkan sumber daya manusia.
Untuk menarik wisatawan, pihaknya akan sering mengadakan event-event, guna meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Supaya ekonomi masyarakat akan lebih mapan,” ungkapnya, Minggu, (05/05).
Sesuai namanya “D’Trukan Park View”, rencana kedepan akan dibangun taman di sekitar tempat wisata tersebut. (Jkn)













