PEMERINTAHAN

Dua Belas Destinasi Wisata Telah Tersedia Jaringan Telekomunikasi

WONOSARI – MINGGU PAHING | Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul menyatakan, saat ini telah menyediakan jaringan telekomunikasi di sejumlah destinasi wisata. Pernyataan ini sekaligus merespon informasi dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul.

Kabid Layanan Informatika Diskominfo Kabupaten Gunungkidul, Setiyo Hartato mengatakan, bahwa jaringan telekomunikasi tersebut disediakan di 12 destinasi wisata yang merepresentasikan wisata pegunungan, gua, sungai, dan pantai.

“Jaringan telekomunikasi tersebut antara lain disediakan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron dan TPR Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Wilayah ini mengelola puluhan pantai yang ada di sepanjang garis pesisir selatan Gunungkidul,” jelas Setiyo pada Minggu, (13/09/2020).

Selain TPR pantai, Setiyo menyebut jaringan telekomunikasi telah tersedia di Embung Sriten, Kampung 7 Ngawen, Desa Wisata Nglanggeran, hingga Wisata Goa Kalisuci di Semanu.

“Jaringan telekomunikasi tersebut sudah mendukung untuk penerapan E-Ticketing, yang diwacanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul,” jelasnya.

Saat ditanyakan mengenai destinasi lain, Setiyo mengatakan, hal tersebut bergantung pada permintaan dari Dispar sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani sektor pariwisata di Gunungkidul.

Sebab menurut Setiyo, pihak Dispar tinggal berkoordinasi guna mengajukan permohonan pengadaan jaringan telekomunikasi tersebut. Diskominfo nantinya tinggal mengeksekusi permohonan secara cepat.

“Jadi sebenarnya tinggal dari Dispar yang menindaklanjuti kebutuhan dari jaringan tersebut,” ucap Setiyo.

Sebelumnya, Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti mengungkapkan, penerapan E-Ticketing belum bisa dilaksanakan sepenuhnya lantaran terkendala jaringan telekomunikasi yang belum merata hingga jaringan listrik yang belum stabil di sejumlah destinasi wisata.

“Kendala ini sudah kami sampaikan ke OPD terkait di lingkungan Pemkab Gunungkidul, termasuk ke Dispar DIY,” kata Asti.

Meski belum terwujud, ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan program untuk penerapan E-Ticketing. Salah satunya dengan sistem pembayaran secara non tunai alias cashless.

Menurut Asti, kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY dilakukan untuk mewujudkan sistem pembayaran non tunai terutama dalam penerapan aktivitas wisata di era New Normal.

“Itu sebabnya jaringan telekomunikasi sangat penting untuk pengecekan tiket hingga proses pembayaran saat berada di pintu TPR wisata,” pangkasnya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago