NGAWEN, Senen Wage – Masyarakat Tancep, Kecamatan Ngawen tegas menolak paket beras sejah tera (rastra) kiriman Bulog. Rastra yang dikirim dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Info awal perihal penolakan rastra di desa Tancep, Ngawen dikirim hari ini Senin 7 Agustus 2017 jam 05.200 wib. Sebanyak 2 (dua) truk atau 940 sak, pembongkarannya dihentikan lantaran beras dalam kondisi sangat buruk.
“Pemerintah desa Tancep menemukan 4 (empat indikasi), pertama warna beras telah berubah menjadi kuning kecoklatan dan hitam; kedua bau beras tidak sedap; ketiga mabluk (berdebu) dan keempat, beras berkutu,” kata Kepala Seksi Pelayan (Kasipel) Haryono.
Kasipel Tancep menerangkan, penolakan tersebut dituangkan dalam berita acara disaksikan oleh 4 (empat) warga desa.
Penolakan rastra dikirim melalui surat nomor 114/VIII tertanggal 7 Agustus 2017 ke Kepala Perum Bulog DIY, ditndatangani Kepala Desa Sunardi.
“Intinya, kami menolak minta diganti rastra yang baik, dalam tempo yang tidak terlalu lama” tandas Kasipel.
Dia sangat kecewa atas pelayanan Bulog. Semiskin apa pun, warganya jelas tidak doyan beras serupa itu. Diberikan kepada ternak, bia jadi malah jadi penyakit. Agung Sedayu
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…