Duabelas Orang Gunungkidul Mencuri Hak Allah SWT

861

RADEN Mas Kukuh Hestriyasning (Rama Aning) sependapat, bahwa sebagian warga Gunungkidul ada kecenderungan menentukan takdirnya sendiri, menampik qodar Ilahi. Mereka mengambil Hak Prerogatif Allah SWT dengan cara menggatung diri.

Secara analogis para penggantung diri itu mencuri sesuatu (nyawa) yang pada hakekatnya bukan haknya.

“Nyawa itu hak milik Allah SWT,” tuturnya, 10-5-2022.

Menurut Rama Aning, banyaknya bunuh diri di Gunungkidul lantaran
sebelum melakukan pentakdiran terhadap dirinya sendiri, jiwa calon gantung diri sudah dimatikan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Tidak pernah ada upaya mencari ilmu Nyinau Urip Bebarengan,” tegasnya.

Padahal, HR Bukhari Muslim, menyatakan, manusia disarankan mencari ilmu sejak bayi hingga liang lahat. Belajar sepanjang hayat, kata para pakar pedagogie.

Siapapun yang ingin tahu soal-soal keduniaan, dia harus menguasai ilmunya. Ingin ngerti keakhearatan, dia harus menguasai ilmunya. Ingin memahami hal yang berkaitan dunia dan akherat, dia harus menguasai dua ilmu itu sekaligus

Sementara alat untuk memperoleh ilmu dunia dan ilmu akherat kuncinya 2 ketrampilan yaitu mendengarkan dan membaca.

Mendengarkan dan membaca wasiat Nabi Ibrahim kepada anak-anaknya adalah contoh, “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

Derivasinya, jangan kamu mati dengan cara keji menggantung diri atau meminum racun, mencebur sumur, apalagi terjun dari hotel lantai tujuh, kira – kira begitu di zaman sekarang.

Gunungkidul punya 1.431 Padukuhan, itu minimal juga punya kelompok 1.431 Sinau Bareng. Sayangnya kelompok itu sebatas digunakan sebagai sarana arisan. Jarang dimanfaatkan untuk Nyinau Urip Bebarengan, yang bisa mencegah warga untuk mencuri nyawa alias bunuh diri.

Sampai 10 Mei 2022 di Gunungkidul telah terjadi 12 orang yang mencuri hak prerogatif Allah SWT. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.