Dukung Penggunaan Pupuk Organik, DPP Gunungkidul Bangun Tiga Unit UPPO

289

SEMIN-JUMAT PON | Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul terus mendorong penyadaran masyarakat petani akan pentingnya pupuk organik. Guna mewujudkan tujuan tersebut, 3 (tiga) Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dibangun di tiga kelompok ternak di wilayah Kapanewon Wonosari, Playen dan Semin.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DPP Kabupaten Gunungkidul, Ir. Raharjo Yuwono menjelaskan, peletakan batu pertama pembangunan UPPO dilaksanakan pada Rabu, (08/06/2021) kemarin di Kelompok Ternak “Ngudi Raharjo” Padukuhan Karangpilang Lor, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin.

Sebelumnya, terang Raharjo, dua UPPO telah dibangun di Kelompok Ternak “Wirotomo” Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari dan Kelompok Ternak “Margo Mulyo” Padukuhan Banaran 3, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul.

“Program UPPO merupakan bantuan pemerintah dari Kementerian Pertanian. Untuk tahun 2021 Kabupaten Gunungkidul mendapat tiga UPPO,” jelas Raharjo, Jumat, (11/06/2021).

Secara rinci Raharjo menerangkan, paket bantuan yang diberikan pada kelompok ternak berupa 8 (delapan) ekor sapi, satu unit mesin pencacah atau Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO), sepeda roda tiga sebagai alat angkut, satu unit kandang, dan satu unit gedung.

“Total bantuan pemerintah senilai Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) per satu UPPO. Pelaksanaan pembangunan UPPO dilakukan secara swakelola oleh penerima kegiatan, oleh karena itu wajib dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh kelompok penerima. Perguliran sapi diantara anggota kelompok agar dikelola sebaik mungkin sehingga bermanfaat bagi semua anggota,” jelas Raharjo.

Selain itu lanjut Raharjo, yang utama UPPO harus bisa menghasilkan pupuk organik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan para petani di sekitar kelompok dahulu baru apabila ada lebih dapat dijual ke luar.

Ketersediaan pupuk organik secara mandiri oleh kelompok tani akan membantu dalam mengurangi ketergantungan pupuk pabrik dan keterbatasan pupuk bersubsidi.

Sementara itu, Suyadi ketua Kelompok Ternak “Ngudi Raharjo” melaporkan jumlah anggotanya ada 25 orang serta selama ini sudah memanfaatkan bantuan perkreditan Taskin dan telah selesai pelunasan dalam rangka pengembangan peternakan di Karangpilang.

“Kelompok mengucapkan berterimakasih atas bantuan yang diberikan pemerintah dalam wujud UPPO, dan akan kami kelola sebaik mungkin. Pembangunan diharapkan selesai bulan Agustus 2021 mendatang,” ungkap Suyadi.

Suyadi menambahkan, untuk pengelolaan UPPO dibentuk pengurus dan perguliran dibagi dalam 8 (delapan) grup sesuai jumlah anggota dengan 3 (tiga) orang setiap grup dengan kewajiban memelihara 1 sapi di kandang komunal.

Nantinya, lanjut Suyadi, pupuk organik hasil UPPO akan dijual di dalam desa dan di luar desa. Harapannya peternakan di Karangpilang bisa berkembang pesat dan pertanian juga berhasil karena sudah tersedia pupuk secara mandiri. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.