WONOSARI, Rabu Kliwon -Tahun anggaran 2018 Kabupaten Gunungkidul tidak memperoleh jatah program padat karya dari Menteri PUPR. Meski demikian, Dinas PUPR Gunungkidul, menyediakan kegiatan padat karya dengan dana APBD.
“Saat ini, APBD berada ditangan Gubernur. Menunggu keputusan hasil evaluasi,” terang Kadis PUPR Gunungkidul, Eddy Praptono, (9/1).
Ditanya soal mengapa Kementrian PUPR tidak memberi jatah padat karya kepada Gunungkidul, Eddy menampik secara normatif.
“Itu kebijakan pusat, mengenai sebabnya tentu kami tidak berhak tahu,” jelasnya.
Di tempat yang berbeda, Purwanto ST, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul menyatakan, jarang bahwa Kementerian PUPR mengucurkan padat karya ke Gunungkidul.
“Yang acap memberikan program padat karya adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” ujar Purwanto.
Meski tidak memperoleh jatah padat karya dari pusat, lanjut Purwanto, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Kepala Desa boleh menginisiasi padat karya melalui dana desa.
“Tentu saja dengan pertimbangan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku,” pungkasnya.
Reporter: Agus SW_ig
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…