Egalitarian Semangat Hari Jadi GunungkIdul Ke-192

3633

WONOSARI-KAMIS KLIWON | Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal memilih tema Hari Jadi cenderung memilih kalimat dan atau frasa bahasa Jawa. Tahun 2023 dipilih tajuk bernuansa egalitarian saling mengasihi sesama warga Handayani.

SEMPULUR: Tumangkar, Ngrembaka, Lestari, dipilih ketika ultah Ke-188 tahun 2019.

Tahun 2020, ultah ke-189 dipilih: Kanthi Greget Memetri Budaya Kang Adiluhung, Gya Kita Mbrastha Corona Saka Bumi Handayani.

Dua tema di atas dipilih saat Bupati Badingah masih memegang kekuasaan.

Setelah kekuasaan berpindah ke tangan Bupati Sunaryanta CANCUT TALIWANDA serta KRIDANING MAKARYA dipilih sebagai tajuk ultah Ke-190 dan Ke-191.

“Tajuk Hari Jadi Gunungkidul yang Ke-192, tanggal 27 Mei 2023 adalah SIH KINASIHING SESAMI,” kata Plt. Kepala Dinas Kominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, sebagaimana disampaikan Humas, 4-5-2023.

Masyarakat kadang tidak memahami secara baik tentang pesan yang terkandung di dalam tema yang dimaksud.

Pasalnya tema tersebut hanya dipajang sebagai backdrop, jarang dibedah dan didiskusikan secara terbuka.

Masyarakat sebagian besar hanya menerka-nerka makna dan semangat yang terkandung di dalam kalimat atau frasa yang dipilih.

SIH KINASIHING SESAMI itu penulisannya benar atau sebaliknya terus bergulir di kalangan khalayak.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho menyatakan, mungkin maksudnya saling mengasihi.

Sementara Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul CB Supriyanto menyatakan yang bisa menjelaskan tajuk tersebut adalah yang menciptakan, atau paling tidak panitia penyelenggara Hari Jadi GunungkIdul.

Dihubungi terpisah, Arkham Mashudi selaku Sekretaris Panitia, dikuatkan Ketua Panitia Agus Hartadi, penulisan tema yang benar adalah Sih Kinasih Ing Sesami.

Diterjemahkan secara bebas, warga Gunungkidul pada ulang tahun Ke-192 diharapkan memiliki semangat saling mengasihi, tanpa pandang jabatan, status sosial, suku dan agama.

(Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.