Ekonomi Lesu di Masa Pandemi, Hewan Kurban Sepi Peminat

139

SEMANU – KAMIS KLIWON | Jelang Idul Adha, sejumlah peternak di Gunungkidul, mengaku sepi peminat. Mereka mengaku mengalami penurunan omset hingga 30 persen jika dibandingkan Idul Adha kemarin. Selain disebabkan oleh ekonomi yang tengah lesu akibat pandemi, mahalnya harga kambing juga disinyalir menjadi penyebab penurunan peminat tersebut.

Seperti yang terjadi milik Seorang peternak Wasiman, warga Kapanewon Semanu, pada Idul Adha kemarin, dirinya mampu menjual kambing sebanyak 150 ekor kambing, namun saat pandemi seperti ini, dirinya hanya mampu menjual 100 ekor kambing saja.

Selain disebabkan karena ekonomi yang tengah lesu, penurunan pembeli ini juga disebabkan karena mahalnya harga kambing di pasaran, untuk satu ekor kambing siap qurban saat ini dijual dengan harga Rp. 4 -6 juta persatu ekor, tergantung jenis, ukuran dan juga kualitas kambing. Harga tersebut naik dari harga semula yang dijual dengan harga Rp. 3 – 5 juta rupiah.

 

 

“Kenaikan harga kambing juga disebabkan karena mahalnya biaya perawatan yang ada selama pandemi yang menyebabkan hijauan makanan ternak menjadi mahal,” katanya, Rabu (22/07/2020) siang.

Selain sepi peminat, penjualan hewan kambing miliknya menjadi lebih sulit, dimana para peternak harus mengirimkan kambing miliknya ke wilayah Jabodetabek dengan biaya pengiriman yang lebih mahal.

“Hanya pasrah dengan kondisi yang saya alami saat ini, saya juga berharap semoga pandemi segera berlalu agar ekonomi warga bisa segera pulih,” tandasnya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.