Menurutnya, sebagian dasar Samudera Hindia terangkat ke permukaan laut, yang diperkirakan setinggi kurang lebih 40 meter.
“Proses itu terjadi, dalam kurun waktu jutaan tahun silam,” kata Budi Martono sonder menyebut referensinya.
Menurutnya, 20 dari 80 jenis batu yang berhasil dikumpulkan di Monumen Geologi Ngingrong adalah saksi bisu yang bisa bercerita banyak soal bukit seribu.
“Fosil batu, kayu juga fosil binatang, bagi para geolog merupakan materi utama yang bisa bercerita soal proses terangkatnya dasar laut jutaan tahun silam,” paparnya.
Menurut Budi Martono, saat ini sedang dipersiapkan paparan detail masing-masing fosil. Tujuannya, supaya pengunjung memperoleh cerita langkap mengenai terjadinya Gunung Sewu.
Soal kaitannya Monumen Batu di Ngingrong dengan PIK yang dibangun di bekas kantor Kecamatan Patuk, dia bilang hubungannya sangat erat.
Para ilmuwan dan pemerhati geologi sebelum menjelajah Gunungkidul bisa mengeksplorasi sejumlah titik yang akan dikunjungi.
“Di gedung PIK, tersedia fasilitas layar sentuh cukup canggih. Dari file itu pengunjung bebas memilih wilayah yang mau dikunjungi,” terang Budi Martono. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…