TANJUNGARI, Kamis Pahing – Intensitas gelombang pantai selatan Gunungkidul sejak Kamis malam, (18/10) mengalami perubahan. Hal ini membuat para nelayan Pantai Baron tidak bisa melaut. Sejumlah kapal rusak, pondasi TPI Baron terkikis
“Semalam, kami tidak melaut. Ombak terlalu besar. Kalau nekad, resikonya fatal, ” jelas Sumardi, Ketua Nelayan Pantai Baron.
Nelayan Pantai Baron, menghadapi kenaikan gelombang memang sudah biasa. Mereka tidak pernah takut namun cukup mewaspadai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Sekretaris Satlinmas Operasi Wilayah II Baron, Surisdiyanto menyampaikan bahwa, tinggi gelombang sejak Kamis malam mencapai 12,5 feed.
“Gelombang cukup tinggi hingga mengikis pondasi bangunan TPI Pantai Baron,” terang Surisdiyanto.
Tidak hanya itu, lanjut Surisdiyanto, karena gelombang cukup tinggi, mengakibatkan tiga kapal nelayang di Pantai Baron rusak.
“Kapal nelayan rusak akibat benturan antar kapal yang terkena gelombang pasang,” jelas Suris.
Nelayan Pantai Baron dan Tim SAR, tidak dapat memprediksi sampai kapan gelombang tinggi itu surut. Yang dapat dilakukan hanyalah memberikan himbauan kepada para nelayan dan pengunjung pantai agar lebih berhati-hati.
“Tidak perlu takut adanya gelombang tinggi, namun kita harus lebih waspada saat melakukan aktifitas di sekitar pantai, jangan sampai celaka hanya karena lengah,” pungkasnya. Red
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…