Generasi Muda Harus Berani Menciptakan Kuliner Dengan Brand Gunungkidul

89

PLAYEN – Senin Legi | Wong Gunungkidul itu hebat-hebat. Kekurangannya, terutama generasi milenial, belum bisa mengenal dengan baik atas kehebatan tersebut. Tidak banyak diketahui publik, tangan terampil yang mengolah Bakpia Patuk adalah wong Gunungkidul.

Hal di atas adalah salah satu kesimpulan yang mengemuka, di tengah diskusi antara Karangtaruna Kecamatan Playen dengan Dr. Tugiman di Rumah Makan Nila Sari, Minggu, 22/9/19.

VIDEO TERBARU :

Generasi muda,  di zaman apapun selalu identik dengan olahraga. Paham akan salah satu potensi itu, Dr. Tugiman mensuport Karangtaruna Kecamatan Playen dengan menghadiahi puluhan bola voly.

Jangan dilihat nilanya, ujar Tugiman, di depan pengurus dan anggota Karangtaruna, saya tidak punya apa-apa, kecuali pendapat, saran dan perhatian.

Di sektor lain, Kolonel Tugiman disodori fakta, bahwa di tengah bomming pariwisata, sebagian generasi muda yang tidak mengelola destinasi wisata, hanya menjadi penonton.

Sementara secara faktual, sektor yang paling dekat dengan pariwisata, sekaligus prospeknya lumayan bagus, menurut Dr. Tugiman adalah bisnis jajanan (kuliner).

Generasi milenial, menurutnya perlu melihat, bahwa kuliner adalah tantangan dan peluang. Dia menyebut contoh, pembuat Bakpia Patuk adalah warga asal Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul.

Mengapa generasi milenial tidak berani menciptakan brand Bakpia Gunungkidul? Ini pasti lebih menarik dan harganya pasti disukai konsumen, karena harga miring, ulas Kolonel Tugiman. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.