Categories: PEMERINTAHAN

Gerak Senyap Kapolres Gunungkidul Tekan Gantung Diri

WONOSARI, Sabtu Wage-Tingginya angka kasus gantung diri sudah sampai tahap mengkhawatirkan. 25 kasus selama tahun 2017 masuk pertengahan Agustus boleh dikata menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), yang harus disikapi semua pihak. Kapolres Gunungkidul, AKBP M Arif Sugiarto, S.IK MPP memilih metode gerak senyap.

Untuk merubah mindset warga Gunungkidul. Pulung gantung harus di kikis dengan pendekatan humanis agar berubah menjadi mitos.

“Sebenarnya semua sudah sering didiskusikan dengan ulama, umaro dan tokoh agama lainnya. Pada intinya semua pihak memang harus terlibat untuk menyelesaikan kasus ini,” katanya, (11/08) disela-sela jumpa Pers.

Secara geografis, lanjut M Arif, tanah Gunungkidul memang kering dan tandus. Itu relatif sama dengan daerah Madura atau Nusa Tenggara, namun ada pembeda yang harus diantisipasi. Perlu merubah mindset (red pola pikir) agar kasus gantung diri bisa pelan-pelan ditekan.

“Polisi bergerak dengan upaya preventif, bersama ulama, kyai, tokoh agama lain sebenarnya terus melakukan pencegahan sejak dini. Gerak senyap dari hati ke hati saya rasa lebih efektif mengikis mitos,” ulasnya.

Untuk menyatakan bunuh diri sebagai tindak pidana, tambah Kapolres, tidak memenuhi unsur. Pasalnya siapa korban dan pelakunya tidak jelas. Jalan paling efektif adalah pendekatan dari hati ke hati terutama orang yang berpotensi dan terindikasi hendak melakukan bunuh diri dengan cara apapun.

“Asalkan mindset itu bisa di kikis, yakin bunuh diri bisa ditekan sedikit demi sedikit,” tegasnya.

Untuk mendukung gerak senyap itu, Kapolres Gunungkidul menghimbau semua warga harus sama-sama pasang aksi. Mulai dengan hal yang paling sederhana: lebih dekat dengan keluarga, kerabat, teman, dan tetangga yang berperilaku kurang wajar.

“Berilah perhatian, koordinasikan segera dengan polisi dan lingkungan jika sekiranya ada anggota masyarakat yang berperilaku mencurigakan. Lalu dekati dari ke hati, ajak komunikasi yang baik. Jangan menunggu kejadian, baru kita rusuh. Jangan hanya mengandalkan pemerintah untuk cegah tangkal kasus ini,” pungkasnya. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

2 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

2 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

2 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

4 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

7 hari ago

Hari Jadi ke-196, Bupati – Wakil Bupati Gunungkidul Kian Memanas

GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…

1 minggu ago