Grebeg Ngenep Cerita Lisan Patut Dilacak Kebenarannya

3068

SEMANU, Kamis Wage – Desa Ngenep, Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul, posisi persisnya berada di  tenggara kota Wonosari. Jarak dari ibukota kabupaten kurang lebih 15 kilometer. Disarikan dari Gegeg.net,  sebagaimana diceritakan Febri Ridwan, pemuda setempat, Desa Ngenep memiliki keterkaitan dengan Kasunanan Surakarta. Karena hubungan itu, setahun sekali, Desa Ngenep melaksanakan upacara grebeg. Ini cerita  lisan, sumber referensinya belum terlacak.

Desa yang sebagian besar penduduknya hidup  bercocok tanam, terbagi menjadi enam wilayah pedusunan yakni: Sembuku, Mojo, Pomahan, Kauman, Nogosari, dan Karang Tengah.

Penduduk Ngenep percaya, hasil pertanian berkaitan langung dengan kekuatan supranatural yang terintegrasi dalam upacara adat Grebeg Ngenep.

Dari berbagai cerita, upacara Grebeg Ngenep mempunyai hubungan sejarah dengan upacara Grebeg yang dilakukan Kraton Kartasura.

Istilah grebeg, sebenarnya  menunjukkan bahwa upacara tersebut berasal dari kraton. Hanya saja karena upacara adat ini di desa Dadapayu dan dilaksanakan di Dusun Ngenep, maka sebutannya dikenal dengan upacara Grebeg Ngenep.

“Grebeg Ngenep berawal dari kisah Ki Mentotruno yang konon berhasil mengatasi banjir sungai Kedung Lumbu di Kraton Kartasura,” tulis Febri Ridwan, mengutip Gugeg.net, 13/7/17.

Karena jasanya, Ki Mentotruno, yang kemudian berganti nama menjadi Ki Mentokuasa, diperbolehkan mengadakan upacara grebeg di Ngenep.

Upacara Grebeg Ngenep menjadi tradisi yang selalu dilaksanakan setiap Jumat Wage (sesudah bulan Mulud). Upacara ini di samping upacara syukuran pertanian juga untuk mengenang  Ki Mentokuasa yang dipercaya  berhasil menjadi pemuka yang mengayomi warga desa.

 

Febri Ridwan

Sumber: laman https://gudeg.net/direktori/325/grebeg-ngenep.html




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.